Menyusul kedatangan Benoit Badiashile dari AS Monaco, kami melihat kembali secara komprehensif karier bek berusia 21 tahun itu hingga saat ini...

Dibesarkan di kota Limoges yang indah dan bergabung dengan klub kampung halamannya pada usia delapan tahun, Badiashile menghabiskan sebagian besar awal kariernya di tim kasta bawah, SC Malesherbes. Dari sanalah ia bergabung dengan Monaco saat berusia 15 tahun, dan reputasinya berkembang sebagai bek tengah yang kalem dan tenang ketika membawa bola di kakinya.

Ia membuat terobosan pertamanya dengan tim 'B' di Championnat National 2, kasta keempat Prancis, dan menyaksikan dari jarak dekat saat Monaco memenangkan gelar Ligue 1 yang menakjubkan dan mencapai semi-final Liga Champions pada 2016/17.

Membagi waktunya antara bermain untuk tim kedua Monaco di liga dan U-19 mereka di UEFA Youth League, Badiashile menarik perhatian di akhir musim 2017/18 dan awal musim 2018/19, dengan performanya di level tersebut meningkat pesat terutama di paruh kedua dari kampanye tersebut.

Ia diberi kesempatan debut oleh Thierry Henry melawan Paris Saint-Germain asuhan Thiago Silva pada November 2018, di usia 17 tahun dan langsung menjadi bagian penting dari tim mereka, tampil sebagai starter di semua pertandingan kecuali enam dari 31 laga tersisa Monaco di semua kompetisi musim itu.

Tidak ada tempat lain yang menunjukkan kecepatan terobosannya ke persaingan tim utama selain di Eropa, di mana ia main sebagai starter dan menjadi kapten tim U-19 di fase grup Youth League sebelum menjadi starter dalam dua pertandingan terakhir grup tim senior di Liga Champions melawan Atletico Madrid dan Borussia Dortmund.

Dengan debutnya di Ligue 1 dan Liga Champions, sang bek membuat total 25 penampilan di musim pertamanya di iklim sepakbola senior saat Monaco berjuang keras untuk menghindari degradasi, mencetak gol pertamanya dengan menyamakan kedudukan dalam skor 1-1 imbang di kandang Nice.

Setelah membantu Prancis mencapai semi-final Kejuaraan U-19 Eropa, Badiashile memulai kampanye penuh pertamanya di level senior sebagai bagian dari tim Monaco yang berkembang pada 2019/20. Meski musim dihentikan lebih awal karena pandemi Covid-19, dengan timnya berada di papan tengah, ia mencatatkan 20 penampilan di semua kompetisi.

Ia membuat awal yang bagus untuk musim 2020/21 ketika sepakbola Prancis dilanjutkan, mencetak gol di kedua pertandingan pembukaan Ligue 1 Monaco, menyamakan kedudukan saat mereka bangkit dari ketertinggalan dua gol melawan Reims sebelum melepaskan satu-satunya gol dari kemenangan di Metz.

Ia tampil di semua laga kecuali tiga pertandingan liga Monaco saat mereka bangkit untuk finis di tempat ketiga, hanya lima poin tertinggal di belakang juara Lille, selain empat penampilan lagi di Coupe de France, termasuk dalam kekalahan 2-0 dari Paris Saint-Germain di final.

Meski baru berusia 20 tahun, Badiashile tidak diragukan lagi telah menjadi tokoh kunci di tim Monaco pada awal musim lalu, memainkan 34 pertandingan meski absen selama tiga bulan karena cedera hamstring dan Covid. Ia mencetak gol satu-satunya di musim 2021/22 saat bermain imbang 2-2 dengan Lens di hari terakhir saat mereka mengamankan posisi tiga besar kedua berturut-turut.

Ia melanjutkan penampilannya yang mengesankan ke kampanye musim ini, membuatnya mendapatkan kesempatan debut internasional senior dari manajer Prancis Didier Deschamps, bermain 90 menit penuh saat menang 2-0 atas Austria di Paris di UEFA Nations League sebelum mencatatkan penampilan kedua lawan Denmark tiga hari kemudian.