Graham Potter menderita kekalahan pertamanya sebagai pelatih kepala Chelsea di tangan mantan klubnya Brighton & Hove Albion.

Hasil Brighton vs Chelsea

Hasil buruk 4-1 di pesisir selatan. Tuan rumah belum pernah menang bersama pelatih baru asal Italia, Roberto De Zerbi menjelang pertandingan ini dan mereka mencari tiga poin pertama sejak awal September di Sussex timur, menerapkan tekanan sejak awal di hadapan pendukung mereka.

Baru tiga menit, Thiago Silva dipaksa untuk menunjukkan kecemerlangannya, pertama menghalau sundulan Leandro Trossard ke atas mistar, sebelum melakukan hal yang serupa ketika menutup tembakan Estupinan beberapa saat kemudian.

Awal yang lamban

Tekanan awal di area penalti Chelsea akhirnya membuahkan hasil. Trossard merebut Thiago Silva di tepi kotak penalti kami, sebelum memainkan satu-dua yang apik dengan Mitoma.

Pemain Belgia itu kemudian mengecoh Kepa dan mencetak gol keduanya dalam dua pertandingannya.

Meski memimpin, Seagulls asuhan De Zerbi tidak berhenti di situ. Serangkaian sepak pojok tuan rumah akhirnya membuat mereka menggandakan keunggulan, saat Loftus-Cheek membelokkan bola ke gawangnya sendiri setelah bola sepak pojok memantul dari lutut kirinya, dan melewati Kepa.

Kami menunjukkan sinyal reaksi sesudah itu, dengan dengan peluang terbesar Chelsea untuk mengurangi defisit gol datang pada menit ke-17, ketika aksi Gallagher digagalkan oleh Sanchez dari jarak dekat. Bola pantulan mengarah ke Pulisic, namun pemain Amerika itu tidak sigap dan melakukan tembakan voli yang meleset.

Gallagher mendapatkan peluang lain, tapi keberuntungannya tidka berubah ketika ia menyambar bola dengan sundulan, namun kiper Brighton asal Spanyol kembali melakukan penyelamatan.

Berikutnya ada peluang Havertz yang mengarah ke sasaran, setelah menerima bola terobosan Loftus-Cheek dengan sempurna, tetapi tembakan kaki kirinya mengarah keluar hanya untuk mendapatkan tendangan sudut.

The Seagulls kemudian mencetak gol ketiga mereka sebelum turun minum, lagi-lagi melalui gol bunuh diri the Blues, dengan Chalobah yang berusaha menghalau umpan silang malah menceploskan bola ke gawang Kepa.

Mencoba bangkit di babak kedua

Edouard Mendy menggantikan Kepa selepas jeda untuk membuat penampilan pertamanya untuk The Blues sejak kemenangan atas West Ham pada awal September tetapi perubahan dalam formasi yang memastikan Chelsea memulai babak kedua lebih cerah.

Ada ancaman yang lauh lebih langsung mengarah ke pertahanan tuan rumah setelah babak kedua dimulai, dengan Havertz menambah golnya di tengah pekan dengan sundulan yang kuat, setelah Gallagher memberinya umpan silang yang manis enam meter dari gawang.

Pemain Jerman itu bisa saja menggandakan golnya pada menit ke-60, setelah Sanchez kurang sempurna menghalau sepak pojok Mount, tapi upayanya tidak terlalu keras mengarah ke gawang.

Aubameyang, yang masuk pada menit ke-64, kemudian mengancam Sanchez dengan tusukan dari kiri, namun kiper Spanyol itu terbang dan terjatuh, menepis bola keluar untuk sepak pojok. Bola mati yang dilepaskan Ben Chilwell juga membuahkan peluang lain yang tidak menghasilkan apa-apa.

Mount melepaskan tembakan ke gawang yang keduanya di laga ini setelah itu, tapi lagi-lagi tepat mengarah ke posisi penjaga gawang berusia 24 tahun itu.

The Blues mendominasi jalannya pertandingan sejak saat itu, meski pun tuan rumah berusaha mengancam balik pasukan Potter lewat serangan balik saat laga memasuki fase akhir.

Havertz kembali berada di posisi yang tepat ketika Loftus-Cheek melepaskan umpan silang dari garis samping, namun ia melepaskan tendangan yang melayang di atas mistar Sanchez.

Gol kelima dalam pertandingan itu tercipta pada masa tambahan waktu. Setelah penyelamatan ganda yang cerdas dari Mendy untuk menyangkal usaha Enciso, Pascal Gross menyambar bola pantulan, namun VAR menilainya off-side.

Starting XI

Potter membuat dua perubahan pada tim yang mengalahkan RB Salzburg pada pertengahan pekan, dengan Mason Mount menggantikan striker Pierre-Emerick Aubameyang dan Ruben Loftus-Cheek menggantikan Jorginho.

Chelsea, yang mengenakan kaus ketiga warna wijen baru kami untuk pertama kalinya sore ini, memiliki formasi awal yang menjanjikan: Sterling dan Pulisic bermain sebagai wing-back seperti yang mereka lakukan di Austria, didukung oleh pergerakan Gallagher dan Mount, serta Havertz di depan.

Tiga bek kembali ditempati oleh Chalobah, Thiago Silva dan Cucurella untuk pertandingan ketiga berturut-turut, dengan nama terakhir menghadapi tim yang musim lalu dibelanya dengan baik.

Setelah jeda, Loftus-Cheek bergeser menjadi bek kanan saat kami mengubah formasi ke empat bek, meninggalkan Kovacic sendiri dalam peran lini tengah yang lebih dalam, dan lima penyerang di depannya.

Sterling dan Pulisic tetap melebar, namun mereka bertukar posisi di babak kedua. Kami mengakhiri pertandingan Havertz, Broja dan Aubameyang semuanya beroperasi di lini depan, dengan pemain No.9 kami yang menjadi poros serangan.

Tim

Brighton: Sanchez, Gross, Webster, Dunk (c), Estupinan, March, Mac Allister, Caicedo, Mitoma (Lamptey 72’), Lallana (Enciso 64’), Trossard (Sarmiento 86’)

Cadangan: Steele, Undav, Gilmour, Turns, Furlong, Moran

Gol: Trossard 5, Loftus-Cheek (OG) 14, Chalobah (OG) 42, Gross 90+2’

Kartu kuning: Enciso 83

Chelsea: Kepa (Mendy 46’), Chalobah, Thiago Silva (c), Cucurella (Chilwell 64’), Pulisic (Broja, 79’), Kovacic, Loftus-Cheek, Sterling ((Aubameyang 64’), Mount, Gallagher (Ziyech 79’), Havertz

Cadangan: Azpilicueta, Jorginho, Zakaria, Hutchinson

Gol: Havertz 48

Kartu kuning: Kovacic 10, Sterling 50

Wasit: Andy Madley

Penonton: 31,746