Wesley Fofana beralih dari bahagia mencetak gol pertamanya di Chelsea menjadi sedih karena karena dipaksa keluar lapangan gara-gara cedera saat Graham Potter meraih kemenangan pertamanya di Liga Champions, yang secara krusial membawa The Blues ke dua besar klasemen Grup E.

Hasil Chelsea vs AC Milan

Pertandingan berakhir dengan skor Chelsea 3-0 AC Milan dan ini adalah kemenangan yang nyaman bagi the Blues lebih dari sekadar skornya.

Setelah beberapa peluang gagal, di pertengahan babak pertama gol yang mereka nantikan tiba. Tiga kali berturut-turut Thiago Silva memaksa lawan melakukan penyelamatan atau blok, dan pada kesempatan ketiga Milan tidak bisa menyapu bola dan Fofana berada di posisi yang tepat untuk menendang bola masuk ke gawang setelah ada kemelut di sekitar titik penalti.

Mason Mount hampir menggandakan keunggulan sesaat setelah itu, dengan sebuah tembakan chip yang melewati kiper, namun dianulir karena off-side.

Kami memastikan situasi lebih aman di babak kedua, ketika Pierre-Emerick Aubameyang mengecoh mantan bek Chelsea Fikayo Tomori di tiang dekat untuk mengubah umpan silang Reece James jadi gol kedua dan kemudian James ikut mencetak gol dengan sebuah tembakan kencang dari jarak dekat.

Starting XI

Graham Potter membuat dua perubahan di timnya, dengan Jorginho dan Kai Havertz dicadangkan karena masalah cedera ringan, tapi bisa dimainkan di babak kedua.

Edouard Mendy juga kembali di antara pemain pengganti, saat Kepa Arrizabalaga tetap menjadi starter. Kalidou Koulibaly masuk sebagai pemain inti, menemani Wesley Fofana dan Thiago Silva dalam formasi tiga bek, pemain internasional Senegal itu membuat penampilan pertamanya di era Potter.

Jorginho digantikan oleh Ruben Loftus-Cheek bersama Mateo Kovacic di lini tengah, dengan Reece James dan Ben Chilwell di posisi bek sayap. Mason Mount, Raheem Sterling dan Pierre-Emerick Aubameyang semuanya mempertahankan tempat mereka di lini depan.

Awal yang hidup

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, dengan kedua tim berusaha menjaga bola tetap bergerak dengan kecepatan tinggi. Bagi Chelsea, itu mereka lakukan ketika mencoba menggeser pemain Milan untuk menciptakan ruang, terutama karena Aubameyang mengancam akan mengisolasi Tomori satu lawan satu beberapa kali.

Di sisi lain, tim tamu Italia tampaknya berniat untuk memindahkan bola ke depan ke pemain menyerang mereka secepat mungkin.

Thiago Silva dengan brilian menahan tendangan gawang kiper Milan untuk memberikan bola kepada Kovacic, yang mengumpan bola ke depan ke Auabameyang dengan cepat. Ketika ia melanjutkan bola ke kiri ke Mount, hanya ada satu hal yang ada di pikiran pemain Inggris itu, yakni melepaskan tendangan melengkung rendah yang bisa ditepis oleh Tatarusanu.

Senang dan sedih bagi Fofana

Thiago Silva, yang beberapa saat sebelumnya menghasilkan tekel brilian untuk memadamkan serangan balik Milan kemudian melanjutkan aksinya dengan menyebabkan kekacauan di lini belakang lawan melalui serangkaian bola mati Chelsea.

Tiga kali berturut-turut pemain Brasil itu mendapat tendangan keras di kotak penalti, memaksa Tatarusanu untuk menepis tendangan bebas Mount dan kemudian melihat upaya lain memantul di belakang seorang bek dari tendangan sudut yang dilepaskan Chilwell. Namun yang ketiga paling mengancam, memaksa Tatarusanu menyelamatkan sundulan apik Thiago Silva, dan dari sepak pojok berikutnya ada kemelut di muka gawang Milan hingga mampu dimaksimalkan oleh Fofana untuk membuka keunggulan.

Gol pembuka itu semakin menambah semangat para penggawa Chelsea, mempertahankan keunggulan penguasaan bola mereka dan menekan lawan untuk beberapa waktu yang cukup lama, sebelum Mount geleng-geleng melihat peluangnya dimentahkan oleh Kalulu.

Mount memang menceploskan bola ke gawang Milan beberapa saat sesudahnya, dengan chip indah yang melewati Tatarusanu, setelah mendapat umpan dari Aubameyang, namun hakim garis menilai posisinya sudah terlebih dahulu off-side. Itu bukti kontribusi Aubameyang sebagai pemantul dan ujung tombak.

Namun, ketika segalanya tampak semakin cerah bagi The Blues, ada kemalangan yang harus dihadapi. Sang pencetak gol pertama mendapat masalah, yang tampak mengalami kesakitan pada lututnya setelah dilanggar oleh Rafael Leao. Fofana tidak bisa melanjutkan permainan, memaksa Potter untuk menggantinya dengan Trevoh Chalobah saat memasuki sisa lima menit babak pertama.

Selamat dari bahaya

Sterling sebenarnya dalam posisi bagus untuk bisa menambah keunggulan sesaat sebelum turun minum, tapi ia ragu-ragu entah mengumpan atau menembak langsung setelah menerima operan Mount.

Namun, Milan nyaris menyamakan kedudukan beberapa saat jelang jeda. Leao melakukan tusukan indah dari kiri, memasuki kotak penalti Chelsea, namun umpan awalnya melihat upaya Charles De Ketelaere diblok Kepa dan kemudian Rade Krunic muncul untuk menyambar bola pantulan tapi melambung tinggi.

Babak kedua dimulai dengan tempo yang lebih tenang daripada yang pertama, meski pun ada upaya Chalobah untuk menghidupkan segalanya dengan tendangan akrobatik dari tepi area penalti, tetapi tidak membuahkan hasil.

Gol kedua dan makin menjauh

Dalam posisi memimpin, Chelsea merasa tidak perlu terburu-buru untuk mendapatkan gol kedua dan melakukan pendekatan yang lebih sabar dan itu efektif.

Dengan 10 menit babak kedua berjalan, Mount mendapat ruang di sisi kiri dan Milan kalah jumlah pemain. Awalnya ingin dieksekusi sendiri dengan mengumpan tapi kena lawan, James mengambil bola liar dan mengirimkan umpan silang dari kanan dan sukses dioptimalkan oleh Aubameyang untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.

Sebelum tim tamu memiliki kesempatan untuk bangkit, the Blues mencetak gol ketiga untuk mengamankan keadaan dan yang memberikan assist untuk gol kedua kamilah yang mencetak gol ketiga. Mount dengan brilian membangun serangan, bergerak melalui barisan Milan dengan umpan satu dan dua sentuhan yang apik. Ketika pergerakannya ditutup lawan, bola dialirkan ke Sterling yang meneruskannya kepada James di kanan.

Tidak butuh waktu lama, James menusuk dan melepaskan tembakan kencang dari sisi kanan kotak penalti Milan yang sama sekali tidak bisa dihentikan oleh kiper lawan. Chelsea unggul tiga gol dan para pemain semakin lepas.

Gol ketiga itu tampaknya yang mematikan permainan Milan, yang terlihat malah main aman dan enggan kebobolan lebih dari skor 3-0 demi menghindari kekalahan lebih besar.

Itu menguntungkan bagi Chelsea, karena para penggawa the Blues tahu mereka telah bekerja keras hingga unggul telak, dan melanjutkan irama permainan mereka dengan Potter melakukan beberapa pergantian untuk mencari gambaran terbaik dari skuadnya setelah melewati tiga pertandingan sebagai manajer.

Chelsea (3-4-2-1): Kepa; Fofana (Chalobah 38), Thiago Silva (c), Koulibaly; James, Loftus-Cheek, Kovacic (Jorginho 66), Chilwell; Mount (Havertz 74), Sterling (Broja 74); Aubameyang (Gallagher 66)
Cadangan: Bettinelli, Mendy, Azpilicueta, Cucurella, Zakaria, Pulisic, Ziyech
Gol: Fofana 24, Aubameyang 56, James 62
Kartu kuning: Kovacic 39, Thiago Silva 71

AC Milan (4-2-3-1): Tatarusanu; Dest, Kalulu, Tomori, Ballo-Toure; Bennacer (c) (Pobega 73), Tonali; Krunic (Gabbia 65), De Ketelaere (Rebic 65), Leao (Diaz 73); Giroud (Origi 73)
Cadangan: Mirante, Jungdal, Coubis, Gala
Kartu kuning: Krunic 8, Ballo-Toure 15, Tomori 42

Wasit: Danny Makkelie

Penonton: 39,537

Statistik Chelsea vs AC Milan

Chelsea vs AC Milan - Klasemen Group E Liga Champions

Simak klasemennya di sini

Jadwal Chelsea selanjutnya?

The Blues tetap bermain di Stamford Bridge namun untuk pertandingan Liga Primer pada akhir pekan ini, saat kami menjamu Wolverhampton Wanderers.