Akhir pekan ini The Blues menjamu tim yang saat ini berada di puncak klasemen Liga Primer. Sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton siap dengan ulasan prapertandingan...

Derbi top London yang sudah berlangsung lama di kasta tertinggi akan digelar di Stamford Bridge pada Minggu siang hari. Sudah hampir 115 tahun sejak pertama kali pertandingan menarik ini dimainkan di Bridge pada 9 November 1907. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Chelsea, dan ini adalah laga yang ke-205 di semua kompetisi, menjadikan Arsenal adalah tim yang paling sering kami hadapi.

The Blues telah finis di atas The Gunners dalam 16 dari 18 musim terakhir, tetapi tim London utara yang kini hadir sebagai pemuncak klasemen, telah mengemas 11 poin lebih banyak pada fase yang sama tahun lalu.


Chelsea adalah tim ketiga dari enam tim teratas lainnya yang akan dihadapi Arsenal dalam 13 pertandingan pembukaan, dan yang kedua di laga tandang – satu-satunya kekalahan mereka di liga hingga saat ini adalah 3-1 di Old Trafford pada bulan September. Kedua tim juga sama-sama disibukkan dengan jadwal tengah pekan di Eropa, dengan the Blues punya 24 jam ekstra waktu pemulihan lebih awal dari tim tamu.

Kabar tim Chelsea

Aksi kedua terakhir the Blues di Liga Primer sebelum jeda Piala Dunia bisa menjadi ajang sepakbola menyerang, dengan kedua tim secara efektif menampilkan sistem tersebut dalam beberapa pertandingan terakhir.

Pada hari Rabu melawan Dinamo, Graham Potter kembali ke formasi empat bek hybrid, satu full-back menyerang, yang lain bertahan, dengan lini tengah tampak membentuk skema berlian dan terlihat bermain nyaman menghadapi tim Korasia meski pun ada beberapa wajah baru.

Denis Zakaria melakukan debut yang apik dengan mengikuti Jorginho, menjelajahi lapangan dengan kecepatan yang mengesankan, menyelesaikan 97,5 persen dari umpannya termasuk enam umpan panjang dan akurat, terlihat bagus secara taktik dan mencetak gol dengan satu-satunya tembakannya pada malam itu. Ia diganti namun harusnya fit untuk akhir pekan ini.

Chelsea sang juara dunia memiliki satu hari ekstra untuk beristirahat dan melakukan persiapan, namun ada gangguan cedera lebih lanjut. Kutukan musim dingin pada bek sayap Chelsea berlanjut ketika Ben Chilwell yang sedang dalam performa terbaiknya mengalami masalah hamstring.

Ia dan Reece James telah bermain sebagai starter bersama-sama baru 11 kali sejak Agustus 2011, berkontribusi pada delapan kemenangan. Musim lalu Chilly absen dari November hingga Mei dan James absen pada Januari dan Februari. Marc Cucurella adalah solusi alami di sebelah kiri dan jika formasi empat bek hari Rabu dipertahankan, Cesar Azpilicueta bisa menjadi yang main di sebelah kanan. Kalidou Koulibaly juga kembali pada pertengahan pekan setelah absen dalam tiga pertandingan.

Topskor sementara, Raheem Sterling diharapkan mendapatkan banyak keuntungan setelah memecahkan rekor delapan pertandingannya tanpa gol di pertengahan pekan. Ia telah delapan kali membobol gawang Arsenal dan memulai musim dengan baik sebagai penyerang tengah atau salah satu dari dua skema bek sayap.


Striker Pierre-Emerick Aubameyang, bagaimana pun, mungkin akan bertekad melakukan pembuktian lawan mantan klub yang ia tinggalkan pada Februari sementara Edou Mendy, menggantikan Kepa yang cedera, akan menargetkan clean sheet yang akan menjadi yang ke-50 untuk The Blues.

Gol dan assist di semua kompetisi 2022/23

Raheem Sterling

5 gol

2 assist

7 total

Mason Mount

2

4

6

Kai Havertz

4

0

4

Pierre-Emerick Aubameyang

3

1

4

Reece James

2

2

4

Jorginho

3

0

3

Christian Pulisic

1

2

3

Ben Chilwell

1

1

2

Conor Gallagher

1

1

2

Mateo Kovacic

1

1

2

Marc Cucurella

0

2

2

Thiago Silva

0

2

2

Armando Broja

1

0

1

Wesley Fofana

1

0

1

Kalidou Koulibaly

1

0

1

Denis Zakaria

1

0

1

Ruben Loftus-Cheek

0

1

1

Formasi awal Arteta

Tidak ada starter yang lebih cepat dari Arsenal, yang telah mencetak 11 gol dalam 30 menit pertama (tujuh di antaranya di laga kandang) – dan sejauh ini tanpa kebobolan. Chelsea, yang telah mencetak tiga gol dan kebobolan empat dalam jangka waktu yang sama, tidak mampu keluar dari masalah sulit di Brighton.

The Gunners memang, bagaimana pun, cenderung menurun di akhir pertandingan, kebobolan tiga dan mencetak satu gol selepas 60 menit. The Blues telah mencetak lebih banyak gol liga dalam seperempat jam terakhir daripada rival mana pun – 35 persen dari total gol kami.

Pasukan Mikel Arteta kerap memainkan bola di depan dan menumpuk banyak pemain di area serangan, bertujuan untuk mendapatkan penguasaan bola di wilayah lawan. Gabriel Jesus telah terbukti menjadi target man yang baik, dengan Gabriel Martinelli di kiri, Bukayo Saka dan Martin Odegaard menjadi penghubung di belakang mereka.


Medan pertempuran yang berpotensi menentukan pada hari Minggu adalah lini tengah, di mana Granit Xhaka bermitra dengan Thomas Partey, yang kerap memberikan operan langsung melalui lini tengah ke Jesus sering membuat lawan kerepotan (meski pun banyak tim sudah mampu mengantisipasinya belakangan ini). The Gunners bisa ditekan agar melakukan kesalahan di area tersebut oleh lawan yang cerdik dan melakukan balasan yang tepat ketika mereka menyerang.

Garis pertahanan tinggi yang ditegakkan Arteta efektif jika pemain lebih jauh ke depan menekan lawan dengan ngotot. Bagian dari kesuksesan mereka sejauh ini berasal dari pertahanan sentral baru yang solid. Di sisi samping, Takehiro Tomiyasu, seorang kaki kanan, baru-baru ini lebih sering dimainkan ketimbang Kieran Tierney untuk mengisi posisi bek kiri.

Saka cukup fit untuk bermain lawan Zurich di Liga Europa namun sesama pemain pengganti, Tomiyasu keluar karena cedera, meski pun belum diketahui tingkat keparahannya.

Kita punya sejarah

Pertandingan keduanya merupakan derbi London pertama di kasta tertinggi, dimainkan di hadapan 55.000 penonton Divisi Satu di Bridge pada 9 November 1907. George Hilsdon memastikan tuan rumah meraih gelar dengan dua gol dan hanya kemasukan satu, dengan Satterthwaite dari Woolwich Arsenal yang mencetak gol hiburan.

Dua puluh empat tahun yang lalu pada hari Jumat, Gustavo Poyet menginspirasi kemenangan 5-0 atas The Gunners di Piala Liga, kedua tim menampilkan banyak perubahan untuk kompetisi tengah pekan itu.

Kedua tim belum pernah bertemu di bulan ke-11 dalam kalender satu tahun sejak 2009, ketika Didier Drogba, seperti biasa, membuat pertahanan tim Arsene Wenger compang-camping. Pemain Pantai Gading itu mencetak dua gol untuk menekan Thomas Vermaelen hingga mencetak gol bunuh diri dalam kemenangan 3-0 untuk the Blues yang berada di puncak klasemen.

Debutan pencetak gol

Denis Zakaria menjadi pemain Chelsea ke-90 yang mencetak gol dalam debutnya dan yang pertama sejak Reece James melawan Grimsby di Piala Liga pada September 2019. Hingga Rabu, tidak ada pemain internasional Swiss lainnya yang mencetak gol untuk The Blues sejak Willi Steffen yang memukau para penggemar pada era 1940-an.

Ada Hi-vis

Bola resmi Liga Primer yang dipakai pada akhir pekan lalu mengadopsi bulu musim dingin dan Nike Arowsculpt tersebut akan digunakan hingga akhir Februari.