Chelsea kalah dalam derbi London yang ketat di Stamford Bridge, dengan Gabriel Magalhaes mencetak gol kemenangan tim tamu.

Hasil Chelsea vs Arsenal

Satu-satunya gol dalam pertandingan ini tercipta tepat setelah satu jam permainan, di tengah laga yang tidak dibanjiri banyak peluang terutama bagi tuan rumah. Gabriel berada di posisi yang pas ketika Bukayo Saka melepaskan sepak pojok, tidak mendapat kawalan berarti ketika menyambar bola masuk ke gawang.

Gol itu terbukti menjadi penentu hasil akhir pertandingan, yang dimainkan di bawah guyuran hujan tiada henti hampir sepenuhnya sepanjang babak kedua, dan memberi Arsenal kemenangan ketiga secara beruntun di Bridge untuk pertama kalinya sejak 1974.

Starting XI

Ada tiga perubahan dari tim yang mengalahkan Dinamo Zagreb pada pertengahan pekan ketika Marc Cucurella, Thiago Silva dan Ruben Loftus-Cheek kembali ke starting 11, nama terakhir bermitra dengan Jorginho di lini tengah.

Pierre-Emerick Aubameyang memimpin lini depan melawan mantan klubnya yang didukung oleh Mason Mount, Raheem Sterling dan Kai Havertz, sementara Cesar Azpilicueta menjadi kapten tim pada penampilannya yang ke-334 di Liga Primer untuk klub, menjadikannya sebagai pemain dengan penampilan terbanyak ketiga kami di kompetisi.

Sementara itu, Arsenal mengumumkan susunan pemain yang familiar dengan hanya satu perubahan dari kemenangan besar akhir pekan lalu atas Nottingham Forest, yakni kembalinya Oleksandr Zinchenko sebagai bek kiri.

Ancaman Gunners

The Gunners terkenal sebagai tim yang gemar tancap gas sejak awal, mencetak lebih banyak gol di setengah jam pertama pertandingan liga daripada tim lain dan satu-satunya tim yang tidak kebobolan dalam 30 menit pertama.

Awal yang cerah bagi tim tamu di bawah langit mendung barat daya London, hujan tanpa henti mereda tepat pada waktunya menjelang pertandingan dimulai, ketika ada momen mengheningkan cipta untuk mengenang Chelsea Pensioners dan Last Post sebelum kick-off.

Setelah laga dimulai, pasukan Mikel Arteta menampilkan permainan cepat dan menciptakan peluang pertama dalam pertandingan, keduanya dilakukan oleh bek Inggris, Ben White, yang melepaskan tembakan dan kemudian melebar di 10 menit pertama.

Mulai mengimbangi

Formasi 4-2-3-1 Chelsea yang miring, dengan Sterling berada agak ke depan dan melebar di kanan, mengalami kesulitan untuk mempertahankan penguasaan bola yang berarti di area Arsenal, dengan tim London utara yang lebih sering menguasai bola. Gabriel Martinelli melepaskan ancaman lain dari kiri, melakukan tusukan dan melepaskan tendangan melengkung tepat di atas mistar gawang Edouard Mendy.

Pertahanan kami tampil penuh konsentrasi dan ketenangan, mendapat ujian berarti. Organisasi Thiago Silva di jantung empat bek kami sangat penting dan pemain Brasil itu menghasilkan blok yang tepat waktu untuk menggagalkan satu tembakan Arsenal di pertengahan babak pertama, dengan bola pantulan mengarah ke Mason Mount yang kemudian mengawali serangan balik.

Sterling melaju ke kanan sebelum beralih ke kiri untuk memberi ruang bagi Havertz, yang mengontrol bola sebelum mengirimkan umpan yang terlalu jauh bagi Mount di dalam kotak. Sama seperti beberapa detik sebelumnya, ada percobaan tendangan ke gawang yang bisa diantisipasi lawan.

Peluang Samba

The Blues berkembang di fase akhir babak pertama, namun tetap ada ancaman lawan, yakni saat Gabriel Jesus menyia-nyiakan peluang terbaik dalam 45 menit pertama, melepaskan sundulan yang melebar setelah menerima umpan manis dari Martinelli di sisi kiri.

Peluang terbaik kami di babak pertama jatuh kepada Thiago Silva, yang sundulannya dari operan Mount tidak mengarah ke sasaran. Ketepatan lebih dibutuhkan pada momen-momen kritis di kotak penalti dan Havertz menggambarkannya ketika memanfaatkan umpan Sterling ke depan tetapi gagal menemukan Aubameyang di tengah.

Tertinggal

Ada beberapa peluang lain dalam laga yang ketat ini, pertandingan kandang terakhir kami sebelum jeda Natal sekaligus Piala Dunia. Sundulan lain terbuang sia-sia dari tim tamu, kali ini Martinelli membidik ke bawah tetapi melebar, namun Arsenal tidak perlu menunggu lebih lama untuk memecah kebuntuan.

Mendy awalnya mendapat ucapan selamat atas penyelamatan cerdasnya di tiang dekat saat mementahkan kans Gabriel Jesus usai the Blues kehilangan penguasaan bola di pertengahan area kami sendiri. Dari sisi kanan, sepak pojok dilepaskan Saka menembusk kotak penalti yang dipadati banyak pemain, dan bola jatuh ke posisi Gabriel yang tinggal menceploskannya ke gawang.

Itu adalah percobaan pertama tim tamu yang mengarah ke sasaran dan berbuah gol, Potter lalu bereaksi dengan melakukan dua pergantian, mengirim duo lulusan akademi, Armando Broja dan Conor Gallagher masuk untuk membantu serangan.

Sulit mengejar

Mateo Kovacic dan Christian Pulisic menyusul masuk saat hujan bertambah deras hingga menjadi tantangan ekstra bagi kami. Tidak ada tanda-tanda Arsenal berniat menambah gol. Zinchenko melakukan umpan silang dari kiri, Trevoh Chalobah menyapunya dengan sundulan namun jatuh ke Saka, tapi tendangan kaki kanannya terlalu tinggi.

Martin Odegaard sesudah itu yang menebar ancaman setelah kerja apik dari Gabriel Jesus untuk melepaskan diri dari Thiago Silva dan Loftus-Cheek di tengah, meski pun pada akhirnya keputusan pemain Norwegia itu untuk melepaskan tembakan langsung tidak membuahkan hasil.

Sangat sedikit momen yang menjanjikan bagi Chelsea di sepertiga akhir lawan. Sterling menciptakan peluang kami yang menonjol dari sisi kakan, namun White bergerak tepat waktu untuk menutup laju rekannya di timnas Inggris itu.

Itu kemungkinan satu-satunya momen besar kami untuk bisa menyamakan kedudulan pada hari yang mengecewakan lainnya lawan rival London kami.

Chelsea (4-2-3-1) Mendy; Azpilicueta (c), Chalobah, Thiago Silva, Cucurella; Jorginho, Loftus-Cheek (Kovacic 78); Sterling, Havertz (Gallagher 64), Mount (Pulisic 78), Aubameyang (Broja 64)
Cadangan Bettinelli, Koulibaly, Hall, Zakaria, Ziyech
Kartu kuning Aubameyang 27; Azpilicueta 51; Chalobah 60; Gallagher 85; Sterling 89

Arsenal (4-2-3-1) Ramsdale; White, Gabriel, Saliba, Zinchenko (Tierney 78); Partey, Xhaka; Saka, Odegaard (c) (Elneny 87), Martinelli (Holding 90+4); Gabriel Jesus,
Cadangan Turner, Cedric, Lokonga, Vieira, Nelson, Nketiah
Gol Gabriel 63
Kartu kuning Saka 41; White 80

Wasit Michael Oliver
Penonton 40,142