Ben Chilwell mengklaim bahwa perubahan taktik di tengah laga menyelamatkan situasi Chelsea lawan Manchester United, namun mengakui bahwa kebobolan menit akhir membuat hasil imbang serasa kekalahan.

The Blues menemukan solusi untuk berbagai masalah yang ditimbulkan oleh Setan Merah di Stamford Bridge, dengan pelatih kepala Graham Potter ganti menerapkan formasi empat bek di babak pertama dan kemudian Jorginho mengonversi penalti untuk memberi kami tiga poin di depan mata.

Namun, sundulan Casemiro di masa tambahan waktu menghasilkan satu poin bagi tim Erik ten Hag dan membuat Bridge, dan Chilwell, sedikit kecewa.

'Ketika Anda mencetak gol di menit ke-85, saya kira Anda merasa seperti itu seharusnya permainannya,' sang bek merenung setelahnya.

'Cara kami bertahan hingga menit terakhir sangat brilian sehingga pada akhirnya terasa seperti kekalahan, meskipun satu poin mungkin merupakan hasil yang adil. Dua tim sama-sama bagus yang pada akhirnya mungkin saling berbagi angka.'

'Kami dan mereka sama-sama memiliki periode bagus, mereka di awal permainan dan kami di babak kedua sehingga sama-sama bermain bagus. Itu adalah pertandingan yang bagus, pertandingan yang sangat intens, dan kami semua sangat lelah sekarang, tetapi satu poin mungkin merupakan hasil yang adil.'

Keputusan Potter untuk menukar Marc Cucurella dengan Mateo Kovacic dan menambahkan keunggulan jumlah pemain di lini tengah yang datang saat United mengurung tuan rumah dan menekan pertahanan kami.

Sebagai pemain yang dekat dengan bangku cadangan selama babak pertama, Chilwell adalah pemain yang menerima instruksi dari manajernya dan mengungkapkan pemikiran di balik perubahan tersebut.

'Dalam 30 menit pertama, mereka benar-benar di atas kami dan sedikit mendominasi kami sehingga kami melakukan perubahan taktik,' lanjutnya. 'Saya adalah pemain yang paling dekat dengannya [Potter] jadi ia memanggil saya dan berkata kami akan bermain dengan empat bek.'

'Kredit untuknya dan kami karena kami beradaptasi dengan baik, terutama karena itu dilakukan bukan saat jeda tapi sepanjang babak pertama. Kami bermain dengan formasi empat gelandang diamond, di mana kami membebani mereka dan berkembang secara permainan, terutama di babak kedua ketika kami lebih mengendalikan permainan.'

'Perubahan formasi benar-benar positif bagi kami dan itu memberi kami lebih banyak penguasaan bola, jadi itu adalah perubahan taktis yang positif dan kami menanganinya dengan baik, sesuai yang diharapkan manajer. Fans mendukung kami, kami semakin percaya diri dan kemudian mencetak gol. Kami berharap itu akan terjadi tetapi tidak terjadi.'

Chilwell juga memuji Jorginho yang dingin, yang terpaksa menunggu selama beberapa menit sebelum melepaskan tendangan penaltinya, dan membahas rekor tak terkalahkan kami yang berlanjut di bawah Potter menjadi delapan pertandingan.

'Jorgi adalah yang paling keren, terutama dalam hal penalti dan saya pikir itu adalah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir atau tidak,' tambahnya. 'Anda telah melihatnya berkali-kali. Rekornya di Chelsea saat mengeksekusi penalti luar biasa dan sekali lagi ia membuktikannya.'

'Kami memiliki kepercayaan penuh padanya ketika ia melangkah untuk mengambil penalti dan caranya melakukan itu sangat brilian, semoga terus berlanjut sehingga ia menunjukkan performanya dalam hal itu.'

'Kami memiliki mentalitas yang sangat bagus dan kami sangat percaya diri menghadapi pertandingan saat ini. Bahkan jika Anda melihat 30 menit pertama hari ini, kami bertahan dengan baik, kami bersama sebagai satu kesatuan dan solid.'

'Saya pikir itu adalah sesuatu yang kami kembangkan secara pesat sejak manajer datang - kebersamaan defensif, kami menorehkan clean sheet dan kami hampir melakukannya lagi hari ini. Kami hanya perlu terus membangun itu, menjaga unit pertahanan itu tetap kuat sebagai satu tim dan kemudian melanjutkannya dari sana.'