Edouard Mendy adalah pemain berikutnya yang berbagi kenangan menonton Piala Dunia saat tumbuh dewasa, termasuk turnamen yang menginspirasinya untuk menjadi penjaga gawang...

Kiper Chelsea itu berada di Qatar untuk berkompetisi di Piala Dunia pertamanya bersama Senegal dan mengenang saat ia menyaksikan pesta juara Piala Dunia untuk Prancis secara langsung, serta kemenangan mengejutkan Senegal atas juara bertahan Les Bleus. Ia mengungkapkan penampilan kiper Piala Dunia mana yang menjadi inspirasinya...

Piala Dunia pertama yang Anda ingat?

'Saya ingat tahun 1998 karena saya berada di Prancis, Piala Dunia ada di Prancis, dan jelas Prancis memenangkan Piala Dunia. Jadi semua orang menjadi gila di jalanan.'

'Ini adalah pertama kalinya saya melihat sesuatu seperti itu dan itu karena sepakbola, jadi saya bisa melihat betapa kuatnya sepakbola dan bagaimana itu bisa membuat orang bahagia. Jadi itulah ingatan dan kesan pertama saya tentang Piala Dunia.'

Apa kenangan Anda dari menonton saat tumbuh dewasa?

'Saya menonton pertandingan di rumah dengan keluarga saya dan beberapa teman. Semua orang berada di depan TV menunggu pertandingan dan itu adalah kenangan indah yang saya miliki saat menghabiskan waktu bersama keluarga saya.'

Di mana Anda menonton Piala Dunia terakhir?

'Saya berada di Prancis dengan klub saya Rennes bersiap untuk musim baru. Kami memiliki kamp pelatihan untuk pramusim, jadi kami bersama dan menonton Piala Dunia bersama tim. Kami tidak berada di kota kami, tetapi di bagian lain Prancis, jadi saya ingat orang-orang menjadi gila lagi ketika Prancis menang.'

'Tapi itu berbeda bagi saya karena saya senang untuk mereka, karena saya mengenal beberapa pemain Prancis. Jadi saya senang untuk mereka dan saya ingin memiliki perasaan yang sama seperti yang mereka miliki di tahun 2018 suatu hari nanti, dan sekarang saya memiliki hak istimewa untuk bermain di Piala Dunia.'

Momen Piala Dunia favorit?

'Setelah kenangan pertama saya tentang Piala Dunia pada tahun 1998, tentu saja yang berikutnya adalah tahun 2002. Itu adalah Piala Dunia kedua saya jadi saya sedikit lebih tua, saya berusia 10 tahun, jadi saya mengerti lebih banyak tentang sepakbola dan hal-hal lainnya.'

'Prancis bermain melawan Senegal di pertandingan pertama turnamen, jadi kedua negara saya bermain melawan satu sama lain, dan Senegal menang 1-0. Gila rasanya di jalanan, karena di Prancis ada banyak orang yang berasal dari Senegal. Jadi itu adalah situasi yang gila karena kami sangat bahagia, merayakan untuk Senegal, dan di sebelah kami kami bisa melihat orang-orang yang tidak senang, mendukung Prancis.'

'Itu adalah awal dari salah satu kesuksesan terbesar Senegal dalam sejarah sepakbola kami, karena kami mencapai perempat-final. Itu adalah sesuatu yang luar biasa karena itu adalah Piala Dunia pertama yang dimainkan negara saya.'

'Setelah Piala Dunia itu saya berkata 'ya, saya ingin bermain di Piala Dunia' karena itu luar biasa. Orang-orang sangat senang, mereka sangat bangga.'

Lagu Piala Dunia favorit?

'Saya tidak begitu tahu lagu-lagu Piala Dunia. Saya hanya ingat “Waka Waka” oleh Shakira dari tahun 2010 di Afrika Selatan. Saya ingat lagu itu, tapi hanya itu yang bisa saya pikirkan.'

Gol Piala Dunia favorit?

'Itu dari salah satu pertandingan yang saya ingat pada tahun 2002, Senegal melawan Swedia di babak 16 besar. Saat Senegal menang melawan tim Swedia dengan Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Larsson, itu adalah tim papan atas.'

'Kami memenangkan pertandingan itu dan saya ingat gol-golnya. Itu adalah pertandingan yang sangat bagus dengan intensitas besar dan banyak kualitas di lapangan. Saya ingat Henri Camara mencetak dua gol dan yang kedua adalah gol emas untuk menjadi penentu kemenangan di babak tambahan, yang sedikit mengenai tiang. Itu adalah momen yang luar biasa untuk menempatkan Senegal di perempat-final Piala Dunia pertama kami.'

Pemain terbaik yang pernah Anda lihat di Piala Dunia?

'Saya pikir Tony Sylva untuk Senegal pada tahun 2002, ia adalah salah satu penjaga gawang terbaik di kompetisi. Saya pikir ia memberi saya inspirasi untuk menjadi penjaga gawang. Setelah Piala Dunia itu saya ingin menjadi penjaga gawang.'

'Sebelumnya saya tidak yakin karena saya biasa bermain di lapangan dengan teman-teman saya, tapi saya juga menjadi kiper karena saya bagus dan paling tinggi. Tapi setelah Piala Dunia itu dan menonton Tony di gawang, saya ingin menjadi sepertinya. Ia sangat penting bagi tim dan berdampak pada hasil akhir. Jadi setelah Piala Dunia saya ingin menjadi penjaga gawang karenanya.'

'Banyak orang tidak tahu tentangnya sebelum 2002. Bahkan saya, sebelum Piala Dunia, saya tahu Senegal memiliki penjaga gawang yang bagus tapi saya tidak terlalu mengenalnya. Tapi setelah Piala Dunia saya pikir semua orang tahu siapa Tony Sylva.'

Jersey Piala Dunia favorit?

'Nigeria! Setiap kali mereka memiliki jersey terbaik. Setiap saat! Dari segi warna, dari segi motif, mereka paling bagus. Garis-garis hijau dan putih, dan bahkan seragam tandang, putih dan hijau, mereka top. Sejujurnya, mereka memiliki kostum terindah yang pernah saya lihat di sepakbola.'

Stadion yang ingin Anda mainkan di Piala Dunia?

'Di Stade du Senegal, stadion baru kami di Dakar. Kami memiliki stadion baru dan kami memainkan laga pertama di sana dengan kemenangan melawan Mesir, di play-off untuk kualifikasi Piala Dunia, yang kami menangkan melalui adu penalti.'


'Atmosfernya luar biasa dan para suporter pun demikian. Rasanya seperti kami memiliki 12 pemain di lapangan, di stadion ini kami dapat merasakan dukungan dan sangat sulit bagi lawan untuk bermain melawan kami di kandang. Jadi saya ingin memainkannya di stadion kami.'

Dan akhirnya, siapa tim lain yang harus diwaspadai?

'Saya pikir ada banyak tim dengan kualitas terbaik. Inggris pertama, karena mereka bermain bagus dan mereka bermain bagus di Euro di kandang. Mereka sangat dekat untuk memenangkan trofi pertama mereka. Jadi Inggris, meski banyak yang cedera. Mereka kurang beruntung, seperti Chelsea, kehilangan Reece dan Chilly.'

'Dan Brasil saya pikir sangat matang, mereka memiliki perpaduan yang baik antara pemain top dan talenta muda, jadi saya akan mengatakan Brasil, saya akan mengatakan Inggris dan saya akan mengatakan Kamerun.'

'Saya pikir Kamerun bisa bermain bagus, mereka memiliki tim yang kuat. Mereka kurang beruntung selama Piala Afrika karena kalah di semi-final dalam adu penalti. Mereka memainkan turnamen yang bagus. Saya rasa mereka juga sudah matang, jadi Kamerun juga akan menjadi tim yang harus diperhatikan.'