Conor Gallagher menjadi pemain Chelsea terbaru yang mencetak gol lawan klub yang pernah ia bela di Liga Primer ketika ia membukukan gol penentu kemenangan dalam skor 2-1 kami di Selhurst Park pada hari Sabtu.

Saat masuk sebagai pengganti Kai Havertz setelah menit ke-76, pemain berusia 22 tahun itu menerima tepuk tangan meriah dari para penggemar Palace yang memilihnya sebagai Pemain Terbaik Musim lalu ketika ia dipinjamkan ke London selatan.

Namun, ia tidak membiarkan loyalitas masa lalunya menghalangi pekerjaannya saat ini ia mencetak gol penentu kemenangan yang yang menakjubkan untuk memberi Graham Potter tiga poin awal dalam pertandingan liga pertamanya sebagai pelatih The Blues.


Itu adalah pertandingan kedua kami berturut-turut melawan Eagles di mana sebuah gol krusial dicetak oleh seorang pemain yang pernah bermain untuk mereka. Di semi-final Piala FA di Wembley April lalu, pertandingan berlangsung tanpa gol hingga menit ke-65 ketika Ruben Loftus-Cheek memecah kebuntuan dengan tendangan mematikan ke gawang klub tempat ia menghabiskan musim dengan status pinjaman pada 2017/18.


Pemain lain yang mencetak gol ke gawang mantan timnya di musim terakhir kami adalah N’Golo Kante yang menandai kembalinya ke King Power Stadium dengan gol solo spektakuler dalam kemenangan 3-0 kami atas Leicester City. Ini adalah kedua kalinya gelandang Prancis itu kembali menghantui mantan penggemarnya setelah tendangan jarak jauhnya dalam kemenangan 2-1 kami di King Power pada September 2017.


Seperti Gallagher pada hari Sabtu, Tammy Abraham memilih untuk tidak melakukan selebrasi ketika ia membuka skor dalam kemenangan 2-1 kami atas mantan tim yang meminjamnya, Aston Villa pada Desember 2019, tujuh bulan setelah ia membantu klub Birmingham mengamankan tiket promosi melalui play-off Championship.

Hal yang sama dilakukan oleh Fikayo Tomori ketika ia mencetak gol penentu dalam kemenangan 2-1 kami atas Hull City di babak keempat Piala FA sebulan kemudian. Itu cuma satu-satunya dari dua gol yang dicetak oleh lulusan Akademi dalam 27 penampilan senior untuk The Blues dan kegembiraannya terlihat jelas saat ia merayakannya di depan para penggemar Chelsea di Stadion KCOM di mana ia pernah bermain untuk The Tigers dengan status pinjaman pada 2017 /18.

Olivier Giroud tidak mencetak gol di Liga Primer lawan Arsenal setelah pindah ke London barat untuk bergabung dengan Chelsea pada 2018, namun striker Prancis itu membobol gawang mantan klubnya ketika kami bertemu The Gunners di Baku pada tahun berikutnya saat ia membuka skor dalam kemenangan 4-1 di final Liga Europa.


Ada beberapa mantan pemain The Gunners lainnya yang menyebabkan beberapa kerugian terhadap bekas klub mereka di Liga Primer. Cesc Fabregas mencetak gol tendangan lob melewati mantan Blues Petr Cech dalam kemenangan 3-1 dalam perjalanan kami mengangkat gelar liga kedua kami dalam tiga musim di 2016/17 sementara Nicolas Anelka mencetak gol jarak jauh yang brilian ketika kami menang 4-1 di Stadion Emirates pada Mei 2009.

Itu adalah salah satu dari tiga gol yang dicetak oleh pemain Prancis yang banyak berpindah klub pada musim itu di bekas kandangnya saat ia juga mencetak gol dalam kemenangan 3-1 di Manchester City dan kemenangan 2-0 di Bolton Wanderers dalam perjalanan untuk mengklaim Sepatu Emas Liga Primer dengan 19 gol.



Yang terakhir, patut untuk dicatat adalah Frank Lampard yang menolak untuk melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyeimbang di menit akhir melawan Chelsea ketika ia bermain untuk Manchester City dalam hasil imbang 1-1 pada September 2014. Namun, sebagian besar pendukung The Blues mungkin memaafkannya atas gol tersebut, mengingat, ia juga membobol gawang mantan tim sebelumnya saat berkostum Blues, tujuh dari 211 golnya dicetak ke gawang West Ham United.