Dari empat trofi Eropa yang diraih Jorginho di Chelsea, ada satu yang paling signifikan. Saat itu, Mei 2019 di Baku, dan ibu Jorginho pergi untuk menontonnya bermain di final besar Eropa pertamanya.

Chelsea, saat itu, akan bermain lawan sesama tim London, Arsenal di final Liga europa, dengan Jorginho tampil sebagai starter di lini tengah dalam formasi tiga gelandang untuk Chelsea di final keduanya bersama The Blues.

Tumbuh di kota pesisir Brasil, Imbituba, Jorginho selalu ingin pindah ke luar negeri untuk memajukan karier sepakbolanya, keinginan yang didukung ibunya sejak ia masih muda.

Jadi, setelah kemenangan besar atas The Gunners di Azerbaijan, hanya ada satu orang yang ingin diajak Jorginho merayakan kesuksesannya: ibunya.

'Ketika kami memenangkan Liga Europa, ibu saya ada di sana. Kami kembali ke hotel, Chelsea mengadakan pesta untuk para pemain dan keluarga mereka. Setelah beberapa saat saya khawatir dan mulai mencarinya, bagaimana jika ia tersesat?' kata Jorginho dalam episode terbaru The Pride, yang dapat Anda tonton selengkapnya di aplikasi The 5th Stand dan situs web Chelsea malam ini [Selasa].

'Dan saya melihat melalui kerumunan yang berdiri di balkon, saat itu sekitar pukul lima pagi. Ketika ia berbalik badan, ia menatap saya dan ada air mata menetes di wajahnya. Saya bertanya padanya "apakah kamu baik-baik saja?"'

'Saya khawatir, tapi ia berkata,' "Kamu tidak tahu betapa bangganya saya padamu, dan ke mana kamu harus pergi. Kami di sini, di belahan dunia lainnya dan saya memikirkan bagaimana kamu memulainya."'

'Setiap kali saya menceritakan kisah ini, saya menjadi emosional. Itu sangat indah.'

Tonton episode emotif Jorginho dari The Pride secara eksklusif di aplikasi The 5th Stand dan chelseafc.com mulai pukul 18:00 (waktu Inggris) pada Selasa malam.