Mateo Kovacic kembali ke Chelsea membawa medali perunggu Piala Dunia, setelah Kroasia mengalahkan Maroko 2-1 pada Sabtu sore, dengan Hakim Ziyech mengalami kekalahan.

Pertandingan perebutan tempat ketiga digelar sehari sebelum final berjalan terbuka dan menarik dengan ketiga gol tercipta di babak pertama. 45 menit paruh kedua tidak berjalan sengit meski ada kontroversi seputar keputusan off-side. Ziyech memberikan kontribusinya untuk gol Maroko.

Kroasia melakukan lima perubahan dari kekalahan mereka di semi-final dan ada tiga perubahan di tim Maroko, dua bintang Chelsea tampil untuk negara masing-masing. Ziyech menjadi kapten Maroko, dalam penampilannya yang ke-50.

Maroko menghadapi ancaman awal ketika kiper mereka, Bono memainkan bola di muka gawangnya dan hanya berjarak beberapa centimeter dari garisnya, tapi Kroasia benar-benar membuka keunggulan pada menit ketujuh. Bek sentral mereka, Josko Gvardiol menyundul bola hasil tendangan bebas.

Namun, kurang dari dua menit berselang, Maroko menyamakan kedudukan juga dengan gol sundulan. Adalah Ziyech yang mengirimkan bola melalui eksekusi tendangan bebas dari sisi kanan. Itu sedikit mengenai kepala Luka Modric dan meluncur ke arah kepala Achraf Dari yang mencatatkan namanya di papan skor.


Winger Chelsea itu dominan bermain di sisi kiri Maroko selama babak pertama, sebelum pindah ke tengah di babak kedua. Seperti biasa, ia menjadi eksekutor utama bola mati timnya. Dari salah satu tendangan sudutnya, Youssef En-Nesyri nyaris bisa memanfaatkannya untuk jadi gol. Ziyech sendiri memiliki peluang namun melebar.

Sebelum itu, Modric nyaris mengembalikan keunggulan Kroasia namun bukan dirinya, melainkan Mislav Orsic yang melakukannya tiga menit menjelang turun minum. Tendangan berkualitasnya bersarang ke gawang Maroko. Kembali pada September lalu, Orsic juga yang mencetak satu-satunya gol dalam kekalahan Chelsea ketika berkunjung ke markas Dinamo Zagreb di Liga Champions.


Orsic memiliki tendangan lain yang terdefleksi dan melebar di awal babak kedua dan timnya yang kemudian mendominasi laga dan lebih menebar ancaman. Menjelang fase akhir permainan, kedua tim merasa seharusnya mendapatkan penalti, tapi tidak digubris oleh wasit. Kroasia merasa sangat layak mendapatkan penalti. Wakil Eropa itu kemudian terhindar dari kebobolan lainnya berkat penyelamatan bagus kiper Dominik Livakovic.

Kroasia juga sebenarnya bisa menambah skor dan menyegel kemenangan di menit-menit akhir namun, setelah melakukan gerakan yang menarik, tembakan Kovacic melebar. Tidak ada gol lain yang tercipta di sisa pertandingan, karena sundulan En-Nesyri yang menjadi peluang terakhir Maroko juga melambung di atas mistar.