Ruben berbicara tentang kemenangan yang meningkatkan moral tim, kalah jumlah pemain dan dua gol Raheem Sterling...

Ruben Loftus-Cheek terus memainkan peran penting bagi the Blues asuhan Thomas Tuchel dan kemarin ia menunjukkan kualitasnya untuk membantu kami mengatasi perlawanan Leicester.

Pemain berusia 26 tahun itu menjadi starter dalam pertandingan ketiganya dan, seperti dalam pertandingan kandang kami sebelumnya melawan Tottenham, sangat terlibat di sisi kanan saat kami membangun serangan, memaksa The Foxes fokus menjaga pertahanan.

Sayangnya, suasana pertandingan berubah total ketika Conor Gallagher diusir dari lapangan saat waktu permainan belum genap setengah jam, namun the Blues mampu menunjukkan daya juang dan kecerdikan untuk mendapatkan keunggulan dua gol dan kemudian mempertahankannya.


Loftus-Cheek menunjukkan kedisiplinannya dalam bertahan saat kami menyisakan 10 pemain, namun usaha tim dalam menghadapi kesulitan yang membuatnya senang selepas pertandingan.

'Kami mendominasi 20 menit pertama, dan kemudian Con dikartu merah dan sejak itu pertandingan menjadi sangat sulit, namun kami berjuang sampai jeda dan mengatakan kami masih bisa memenangkan pertandingan ini,' ungkap Ruben.

'Kami memiliki kualitas dan ada banyak pemain pengganti. Kami tidak ingin menggunakan kartu merah sebagai alasan untuk meraih hasil imbang atau kalah.'

'Kami menerima fakta bahwa kami akan sulit untuk menguasai bola, namun kami dapat menciptakan peluang dengan melakukan serangan balik melalui kecepatan. Kami tidak boleh jadi gila karena tekanan kalah jumlah pemain. Kami harus bertahan dalam satu blok, mengetatkan formasi, kompak, membiarkan mereka bermain di sekitar kami dan mencoba serta memblokir umpan silang mereka.'

'Sangat sulit, mereka mendapatkan beberapa peluang, tapi itu hanya akan terjadi ketika Anda hanya memiliki 10 pemain lawan para pemain yang punya kemampuan bagus dalam menyerang.'


'Kami terjebak di sana,' lanjut Loftus-Cheek. 'Tidak ada yang terlewatkan. Semua pemain memberikan segalanya. Semua pemain berbicara di lapangan, sangat keras, para suporter memberi kami energi dan itu bersama kami sampai akhir, jadi terima kasih juga untuk para suporter.'

'Rasanya luar biasa bisa menang dengan 10 pemain. Ruang ganti sangat gembira. Kami membutuhkan reaksi atas kekalahan lawan Leeds, dan kami mendapatkannya.'

Pembuat perbedaan di sepertiga akhir adalah Raheem Sterling, yang membuka rekening golnya di Chelsea dan kemudian menggandakan skor dengan aksinya yang terbukti membuahkan gol penentu pertandingan.

'Raz akan selalu mencetak gol,' kata Loftus-Cheek.

'Mudah-mudahan sekarang setelah mencetak golnya yang pertama, keran akan terbuka lebar. Saya yakin ia akan terus mencteak gol. Saya sangat senang ia mendapatkan dua gol pertamanya. Ia fantastis, dan siap untuk mencetak lebih banyak gol lagi.'


Loftus-Cheek juga memuji dampak yang dibuat oleh Edouard Mendy setelah malam yang sulit di Elland Road akhir pekan lalu. Pemain Senegal itu melakukan beberapa penyelamatan penting untuk membantu tim mendapatkan poin kali ini.

'Ia fantastis. Satu kesalahan tidak membuatnya terpuruk, ia siap untuk beraksi lagi. Itulah yang dilakukan pemain top.'

'Ed adalah pemimpin yang fantastis di lapangan dan Anda selalu dapat mendengar suaranya di belakang Anda, yang luar biasa, dan jelas kemampuan menjaga gawangnya fantastis. Ia merupakan nilai tambah yang besar bagi tim.'