Sebuah gol masing-masing dari Jorginho dan Tammy Abraham di 10 menit terakhir membalikkan situasi laga derbi London dan menjadikan hari Minggu super di London utara jadi milik Chelsea.

Kami tertinggal lebih dahulu di Emirates ketika Pierre-Emerick Aubameyang, yang tak terkawal, berhasil menanduk sepak pojok rekannya. Start yang tidak meyakinkan membuat Frank Lampard segera mengganti pemain dan formasi dengan memasukkan Jorginho dan Emerson serta mengubah formasi menjadi empat bek.

Pergantian tersebut terbukti ampuh dan Chelsea menutup babak pertama dengan lebih mendominasi permainan. Namun demikian, tugas mencari gol belum tuntas. Peluang-peluang bersih sulit diciptakan hingga tujuh menit terakhir, ketika tendangan bebas Mason Mount lolos dari semua pemain, meluncur ke kotak enam yard, dan membuat Jorginho dengan mudah menceploskannya ke gawang dari jarak satu yard.

Arsenal, yang baru menang sekali dalam dua setengah bulan di liga, sudah siap untuk berbagi poin namun kemudian di tiga menit terakhir Abraham menyelesaikan sebuah serangan balik manis dengan kaki kirinya. Kemenangan derbi London dikunci.

Ini adalah kemenangan pertama kami di liga dalam situasi tertinggal lebih dahulu. Kami pun menutup tahun ini dengan kemenangan tandang di markas Tottenham dan Arsenal di musim yang sama untuk kali pertama sejak 2012.

Lampard menurunkan formasi dan tim yang mirip dengan yang diturunkan pada hari Minggu lalu, meski tak lama kemudian ia ganti. Mateo Kovacic, yang kembali dari skorsing, menggantikan Jorginho, sedang Emerson menempati posisi bek sayap kiri yang ditinggalkan oleh Marson Alonso yang masih absen. Pemuda 19 tahun, Tariq Lamptey, duduk di bangku cadangan untuk kali pertama di Premier League, dan kemudian melakukan debut impresif.

Membesut Arsenal, yang mengincar kemenangan kandang pertama sejak awal Oktober, untuk pertama kali di kandang, Mikel Arteta menurunkan Calum Chambers dan Matteo Guendouzi.

Ancaman pertama diberikan oleh wajah familier. David Luiz menyambut sepak pojok Mesut Ozil dengan sebuah tendangan gunting. Bek itu kemudian melepas tendangan bebas yang masih mengarah ke Kepa.

Tekanan tinggi Arsenal berhasil mengganggu ritme kami di menit-menit awal, namun serangan kami di menit ke-10 nyaris membuka skor. Willian terlalu cepat untuk Matteo Guendouzi, yang menariknya di depan kotak penalti dan harus menerima kartu kuning. Tendangan bebas dioper pendek oleh Willian ke Mount, yang tembakannya masih bisa dikuasai oleh Bernd Leno pada percobaan kedua.

Penyelamatan itu jadi lebih krusial lagi karena beberapa menit kemudian Arsenal unggul. Chambers memenangi sundulan saat menyambut tendangan penjuru Ozil, dan Aubameyang berhasil mendahului Emerson untuk menanduk bola ke gawang Kepa dari jarak lima yard.

N’Golo Kante melakukan intersep super saat merebut bola yang dikuasai kompatriotnya, Alexandre Lacazette, yang sepertinya akan menggandakan keunggulan the Gunners menyusul operan si pemain cepat Reiss Nelson ke Aubameyang.

Di pertengahan babak pertama, Chambers harus digantikan oleh Shkodran Mustafi setelah salah posisi jatuh.

Ketika rasa frustrasi kami mulai meningkat karena terus-menerus gagal mengimplementasikan rencana permainan, Mount dan Kante dikartu kuning dalam selang 60 detik akibat melakukan pelanggaran yang kentara di lini tengah.

Merasa tak perlu berlama-lama lagi, Lampard memasukkan Jorginho dan Emerson serta mengganti formasi menjadi empat bek. Azpilicueta jadi bek kiri sementara Fikayo Tomori bek kanan.

Adalah Tomori yang menginisiasi serangan langka Chelsea dari sayap tersebut, yang berakhir dengan pengecekan VAR untuk melihat apakah terjadi pelanggaran pada Tammy Abraham (tidak diberikan) dan sebuah tendangan sudut Chelsea, yang di-flick oleh Azpilicueta namun gagal disambut Kurt Zouma yang menjulurkan kakinya di tiang jauh.

Menjelang akhir babak pertama, sepakan Aubameyang masih menerpa sisi samping gawang. Namun demikian, selama sekitar 10 menit, masuknya Jorginho membawa angin segar – yang terus dibangun setelah interval.

Kami berhasil menjaga momentum yang diperlihatkan sebelum turun minum. Kante melepas tendangan voli dari jarak 20 yard dan kedua full-back kami mampu menemukan ruang di area-area berbahaya. Yang lebih melegakan lagi, kami lebih sering memenangi tekel dan duel untuk memperebutkan bola.

Sebelum satu jam berjalan, Lamptey melakukan debutnya untuk Chelsea dengan menggantikan Tomori di pos bek kanan. Posisi itu juga yang ia lakoni di tim yunior.

Keterlibatan pertamanya berupa intersep krusial dengan dadanya. Setelah itu, ia melepas umpan terobosan manis ke Abraham yang meneruskannya dengan sepakan, yang masih bisa diblok David Luiz. Umpan silang Willian yang menyusul kemudian disundul Azpilicueta namun masih melambung.

Ketika laga memasuki 20 menit terakhir, masuknya Callum Hudson-Odoi untuk Kovacic jadi pergantian terakhir kami. Posisi Mount dikembalikan ke gelandang.

Sebuah kerja sama apik yang melibatkan Hudson-Odoi, Abraham, Willian, dan Mount nyaris menghasilkan peluang untuk disontek Tammy, yang bola hasil tandukannya – menyambut sepak pojok yang dihasilkan kemudian – masih mengarah tepat ke Leno. Peluang yang bagus!

Arsenal tampil lebih mengancam di babak kedua, namun Kante ada untuk merebut bola di dalam kotak penalti. Pemain pengganti, Joe Willock, menembak namun melebar tipis.

Memasuki 10 menit terakhir, laga makin intens dan kartu kuning pun makin sering dikeluarkan. Terdapat hingga 10 pemain berkaus merah bertahan di belakang dan Arsenal terus memancing kami untuk membongkar pertahanan mereka.

Itulah yang terjadi di tujuh menit terakhir! Setelah dilanggar di hadapan tribun pendukung Chelsea, Jorginho sendiri yang akhirnya menjebol gawang lawan lewat sebuah sontekan yang memanfaatkan tendangan bebas Mason Mount. Leno bergerak maju dan berusaha meninju bola namun meleset.

Setelah berhasil mengekspos kelemahan di pertahanan Arsenal, dan suasana Emirates yang makin tegang, kami akhirnya berbalik unggul tiga menit jelang waktu normal berakhir. Berawal dari serangan Arsenal, kami berhasil merebut bola dan langsung melakukan serangan balik kilat melalui Abraham. Ia mengoper ke Willian di kanan, yang sentuhan pertamanya membuatnya sedikit menjauh dari gawang namun sentuhan keduanya, operan cut back ke Abraham, brilian. Setelah melewati hadangan Mustafi dengan berputar badan, Abraham menembak bola ke antara kedua kaki Leno.

Di menit ketujuh waktu tambahan, Abraham kembali menembak – setelah memenangi bola di tengah lapangan – namun melambung. Di sisi lain lapangan, tendangan voli Lucas Torreira dari jarak 16 yard masih melenceng di sisi kanan gawang Kepa. Itulah satu-satunya serangan berbahaya yang diterima the Blues, yang setelah peluit akhir dibunyikan terlihat fantastis – baik mereka yang berada di menjabat posisi manajemen, para pemain, maupun para penggemar.

Selamat Tahun Baru!

Chelsea (3-4-3): Kepa; Rudiger, Zouma, Tomori (Lamptey 59); Azpilicueta (k), Kante, Kovacic (Hudson-Odoi 70), Emerson (Jorginho 34); Willian, Abraham, Mount.Cadangan Caballero, Christensen, Barkley, Batshuayi.Gol Jorginho 83, Abraham 87Kartu kuning Mount 30, Kante 30, Rudiger 33, Jorginho 55

Arsenal (4-4-2): Leno; Maitland-Niles, Chambers (Mustafi 23), David Luiz, Saka; Torreira, Guendouzi; Nelson (Pepe 86), Ozil (Willock 76), Aubameyang (k); Lacazette.Cadangan Martinez, Mavropanos, John-Jules, Smith Rowe.Gol Aubameyang 13Kartu kuning Guendouzi 10, David Luiz 47, Torreira 73, Lacazette 77, Maitland-Niles 90+1

Wasit Craig PawsonPenonton 60.309