Sebuah hat-trick dari Christian Pulisic menggemparkan Turf Moor dan membantu the Blues meraih kemenangan ketujuh beruntun dalam laga Premier League dengan hujan gol di kandang lawan.

Sampai malam ini Pulisic sama sekali belum mencetak satu gol pun, namun si pemuda asal Amerika, yang diberi kesempatan pertama untuk bermain sebagai starter, pecah telurdi Lancashire!

Dia sudah mencetak dua gol di babak pertama usai menggiring bola dengan cepat dan menyelesaikannya dengan kedua kakinya. Kedua gol itu berasal dari tekanan the Blues di depan dengan banyak pemain berkaus warna merah darah di lini belakang.

Malam ini menjadi lebih baik lagi bagi Pulisic dan kami ketika babak kedua berjalan 10 menit karena Pulisic mencetak gol ketiganya lewat sebuah sundulan untuk menyelesaikan umpan Mason Mount.

Tak lama kemudian Willian menambah gol kami dengan menyelesaikan sebuah serangan balik kilat Chelsea. Callum Hudson-Odoi, yang masuk menggantikan Willian, mengira mendapatkan penalti, yang dibatalkan setelah wasit berkonsultasi dengan VAR.

Burnley, yang melewatkan beberapa peluang emas ketika permainan masih berimbang dan skor masih 1-0, bisa mencetak dua gol di lima menit terakhir. Gol pertama diperoleh lewat tendangan roket Jay Rodriguez dari jarak 30 yard, dan gol kedua dari sepakan Dwight McNeil yang terdefleksi.

Kami pun gagal mencatatkan clean sheet, namun tidak dengan hasil dan penampilan kami, yang kembali menyuguhkan permainan yang menarik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami bisa meraih empat kemenangan beruntun di kandang lawan di divisi utama dengan selalu mencetak tiga gol atau lebih, sementara Lampard bisa merayakan kemenangan keempat beruntun di liga untuk kali pertama dalam karier manajemennya yang bisa dibilang baru seumur jagung.

Si bos membuat satu pergantian dari tim yang mengalahkan Ajax tengah pekan lalu dengan memainkan Pulisic untuk menggantikan Hudson-Odoi.

Di kubu Burnley, Ashley Barnes dan eks the Blues, Jack Cork, kembali bermain setelah pulih dari cedera. Sementara Chris Wood dinyatakan tidak cukup fit untuk bermain.

Di luar tendangan Willian yang melambung dan tubrukan keras pada Kurt Zouma, tidak banyak yang terjadi di 10 menit pertama. Namun, jelas terlihat bahwa the Blues lebih ngotot, baik saat menguasai bola maupun tidak.

Pemain terbaik kami setelah itu adalah Pulisic, dan dia jugalah yang membuka keunggulan kami di pertengahan babak pertama dari hasil kerja kerasnya sendiri. Berhasil merebut bola dari Matthew Lowton yang berlama-lama memegang bola, ia menggiringnya sendiri mendekati gawang. Setelah melewati cegatan James Tarkowski, tembakan kaki kirinya tak mampu dihentikan Nick Pope.

Burnley bereaksi. Tomori melakukan sprint untuk menggagalkan Barnes yang terbebas di sisi kiri pertahanan kami, dan dari sepak pojok yang dihasilkan, sundulan striker itu masih melebar menyusul sundulan lainnya yang dimenangi oleh Tarkowski sebelumnya.

The Clarets terus menekan. Zouma menyundul sebuah umpan silang, jatuh ke kaki Pieters, yang tendangan volinya mengenai Azpilicueta. Bola tampak akan melambung melewati Kepa, yang sudah bergerak ke kiri, namun kiper kami dengan luar biasa berhasil menepisnya.

Adalah rival Kepa di gawang lawan, Pope, yang harus beraksi selanjutnya, untuk menggagalkan tembakan yang terdefleksi. Umpan diagonal Willian menemukan Pulisic yang mendapat ruang. Menerima bola dengan dada lalu menembaknya dalam satu gerakan, bola masih bisa ditepis Pope ke belakang gawang.

Peluang terbaik Burnley di babak pertama datang dari situasi bola mati. Mee menyundul bola ke gawang yang ada di belakangnya dan coba diselesaikan Barnes dari jarak satu yard namun melebar. Mungkin pandangannya terganggu oleh Tammy Abraham yang melompat di depannya.

Sepakan Pulisic diblok oleh Tarkowski. Bola dibuang lemah, dan sepakan Abraham dari jarak 20 yard juga masih melebar di tengah periode terbaik the Blues saat menguasai bola.

Sepertinya kami akan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0, namun Pulisic punya pandangan lain. Setelah mencuri bola, Willian mengoper ke Pulisic, yang kembali menggiring bola ke depan. Seperti gol pertama, dia kembali tak mampu dihalau Tarkowski, kali ini dengan tembakan kaki kanan yang sempat mengenai Mee dan masuk ke sudut bawah gawang.

Lampard mengirim timnya keluar lebih awal di babak kedua untuk membunuh permainan. Itulah yanh yang kami lakukan sebelum laga berjalan satu jam.

Jika dua gol pertama Pulisic diwarnai dengan dribbling yang cerdas dan perubahan arah, gol ketiganya menunjukkan cara yang sempurna untuk menyundul bola. Sepakan Mount berbelok ke arahnya, dan bola diarahkan ke sudut atas dengan sempurna oleh Pulisic, yang membelakangi gawang saat ia melakukan kontak dengan bola.

Pulisic mengangkat tiga jari ke arah suporter kami di belakang gawang. Tak bisa dipungkiri bahwa ini adalah harinya!

Gol itu tercipta pada menit ke-56, dan dengan dua menit berselang skor menjadi 4-0. Abraham melakukan pergerakan bagus di sisi tengah sebelum melepaskan umpan ke Willian. Dia membuatnya tampak begitu sederhana, melewati bek lawan sebelum meliuk dan melepaskan sepakan mendatar ke gawang Pope.

Kami terus menunjukkan kemampuan kami secara defensif, dengan Tomori yang berlari dengan kecepatan penuh berhasil menggagalkan peluang Rodriguez yang dalam berhadapan dengan kiper dan sepertinya akan mencetak gol.

Reece James masuk menggantikan Alonso dan langsung membuat dua blok, dan pemain pengganti lainnya, Callum Hudson-Odoi, sempat berpikir bahwa dirinya mendapatkan penalti, tetapi VAR membatalkan keputusan itu dan pemain muda itu dikartu kuning karena dianggap melakukan diving.

Ketika pertandingan sepertinya bakal berakhir dengan skor yang sama, dua gol Burnley kembali menghidupkan permainan. Gol Rodriguez adalah gol terbaik hari itu, dengan sepakan jarak jauh yang membuat Kepa tak berdaya pada menit ke-85. McNeil, pemain terbaik tim tuan rumah, melepaskan tendangan spekulatif yang melewati Tomori dan Kepa.

Mereka tidak bisa menghadang kemenangan lainnya untuk Lampard dan timnya, yang akan mengincar delapan kemenangan beruntun saat melawan Manchester United di Carabao Cup pada Kamis dini hari.

Chelsea (4-3-3): Kepa; Azpilicueta (k), Zouma, Tomori, Alonso (James 63); Kovacic, Jorginho, Mount; Willian (Hudson-Odoi 72), Abraham (Giroud 70), Pulisic.Cadangan tidak dimainkan Caballero, Guehi, Pedro, Batshuayi.Pencetak gol Pulisic 21, 45, 56, Willian 58kartu kuning Willian 53, Hudson-Odoi 77

Burnley (4-4-2): Pope; Lowton, Tarkowski, Mee (k), Pieters; Hendrick (Brady 84), Westwood, Cork, McNeil; Barnes (Vydra 63), Rodriguez.Cadangan tidak dimainkan Hart, Taylor, Bardsley, Long, Lennon.Pencetak gol Rodriguez 86, McNeil 89Kartu kuning Hendrick 65, Pieters 67, Brady 90+2

Wasit Michael OliverPenonton 20.975