Tiga gol masing-masing menghasilkan bagi-bagi satu poin antara Chelsea dan Southampton saat gol penyeimbang hadir di menit akhir menggagalkan kemenangan the Blues di Stamford Bridge.

Timo Werner tampak membuat tim lawan kalang kabut yang diasuh oleh mantan bosnya lewat gol pertamanya di Premier League dan membantu Kai Havertz melakukan hal yang sama sebelum Jan Vestergaard melakukan sundulan melewati Kepa Arrizabalaga dari jarak dekat dua menit memasuki waktu tambahan.

Dua gol Werner dalam 13 menit merupakan hadiah yang luar biasa untuk performa lini serang di babak pertama, namun kegemilangan dua gol tersebut dirusak sesaat sebelum jeda ketika Danny Ings melewati Kepa dan menjadikan skor 2-1. The Saints memulai kembali dengan gemilang di babak kedua dan menyamakan kedudukan melalui Ings, tetapi gol balasan cepat Havertz memulihkan keunggulan kami lagi waktu itu.

Saat kami bertahan di menit-menit terakhir, poin direnggut dari kami dengan cara yang memilukan ketika Vestergaard menyundul bola saat menerima upaya Theo Walcott dari tepi kotak penalti.

Memenuhi Ekspektasi

Starter XI Chelsea tampak seperti tim yang aka mencetak banyak gol, dengan trio Christian Pulisic, Mason Mount, dan Havertz memulai bersama untuk pertama kalinya untuk mendukung Werner, yang kembali menjadi penyerang tengah.

Dan itu terbukti dengan start yang luar biasa di bawah langit London yang kelabu. Sebelum pertandingan ini bergulir, hanya satu dari 10 gol Premier League kami musim ini yang tercipta di babak pertama, ini menyoroti kebutuhan pasukan Frank Lampard untuk menemukan cara membuka pertandingan dengan energi dan keunggulan terlebih dahulu.

Ben Chilwell hampir membuka skor dalam waktu tiga menit, memaksa kiper lawan Alex McCarthy melakukan penyelamatan bagus setelah kerjasama bagus antara Pulisic dan Werner, sebelum kiper tim tamu dengan cepat melompat untuk menghalau Havertz pada bola muntah selanjutnya.

Pulisic memiliki peluang di udara hasil umpan silang Chilwell tetapi gagal memanfaatkan sundulannya, sementara beberapa permainan terlihat sangat baik di sisi kiri melibatkan bek sayap, Havertz, Mount dan Werner membuat pemain Jerman itu menemukan ruang kosong tapi sayangnya ia tak tepat sasaran menuju rekan setimnya dan bola melintasi muka gawang tanpa bisa dijangkau. Di sela-sela itu, Kepa melakukan penyelamatan cerdas untuk menghalau Adams di dalam kotak penalti.

Momen Timo

Werner mengira dia telah membuka keran golnya di Premier League satu menit sebelum dia benar-benar melakukannya, ia membungkuk untuk menerima umpan dari Chilwell melewati McCarthy sebelum berbalik untuk melihat bendera offside yang terangkat dari hakim garis. Namun, pasca terkena offside, sang striker tidak perlu menunggu lama untuk membuat gol pertamanya.

Bola bergerak dari kanan ke kiri melintasi empat bek dan kemudian Chilwell menyodorkan bola ke depan ke kaki Werner, yang secara cerdik melakukan dummy/tipuan dan memungkinkannya untuk lolos dari Jan Bednarek dan berputar ke ruang di belakang bek tengah Saints.

Masih banyak hal yang harus dilakukan tetapi pemain nomor 11 kami melakukannya dengan kesadaran, kekuatan, dan kecakapan yang luar biasa, membawa bola ke kaki kanannya sebelum menembaknya rendah ke belakang gawang untuk menjadi gol pembuka.

Reuni Sahabat

Ralph Hasenhuttl, manajer Southampton, seharusnya lebih waspada dengan kemampuan Werner, yang mana merupakan mantan pemain asuhannya ketika menangani RB Leipzig selama dua musim yang sukses di sana. Namun pemain berusia 24 tahun terus menimbulkan masalah besar bagi tim tamu dan menggandakan keunggulan kami dengan gol yang kedua.

Beberapa saat sebelum gol tersebut, gerak kaki yang indah di kotak enam yard dari Mount menjadi pembuka aksi tersebut, dengan Pulisic mengambil alih setelahnya dan hampir menemukan Werner dengan umpan cut back yang sukses diintersep oleh Vestergaard. Gol kedua datang pada menit ke-28 dan akan mengingatkan para penggemar Chelsea tentang satu gol tandang di Watford musim lalu, dengan Jorginho sebagai arsiteknya saat ia memainkan bola panjang yang brilian di atas pertahanan Saints.

Ketika Anda memiliki kecepatan seperti Werner, Anda tidak perlu bergantung di bahu bek lawan dan striker Jerman itu tidak melakukannya, melainkan segera bergerak dan mengungguli lawan dalam perebutan bola, memposisikan tubuhnya dengan cerdik di depan Bednarek ketika bola hasil umpan panjang itu turun dari langit.

Jika itu adalah pergerakan yang pintar, sisanya adalah hal berkelas - tipuan bola yang melewati di atas McCarthy dan melaju ke jaring gawang yang tidak dijaga. Turbo Timo membuat the Blues unggul dua gol sebelum setengah jam laga dimainkan!

Saint Kembali

Pasukan Lampard melaju dengan gemilang, empat pemain depan melakukan kombinasi cemerlang dan terlihat mereka seperti akan mencetak gol setiap kali mereka bergerak maju ke depan, selain itu juga tekanan balik tim saat penguasaan bola hilang sangat mengesankan dan berpengaruh dalam menekan Southampton.

Kurt Zouma yang memulai musim dengan performa yang produktif dalam mencetak gol sebagai bek tengah, setelah mencetak gol di Brighton dan terakhir kali melawan Crystal Palace, pemain Prancis itu akan mendapatkan gol ketiganya musim ini jika bukan karena refleks lincah kiper lawan McCarthy, yang menepis sundulan kuat Zouma saat menerima umpan pojok dari Chilwell.

Sepertinya tak akan menjadi kasus baru jika saja Chelsea akan menambah gol ketiganya, tetapi Premier league memang kerap membuat anda terpikat ke dalam rasa aman yang palsu dan Southampton sukses menyengat tuan rumah dua menit sebelum jeda.

Havertz yang kehilangan bola dari Adams di area berbahaya dan sang striker lawan itu sukses menemukan rekannya, Danny Ings dan dengan umpan cepat ke depan yang membelah bek tengah Christensen dan Zouma. Striker Inggris, yang mencetak 22 gol di liga musim lalu, adalah orang terakhir dan dia sukses melewati Kepa untuk menjebol gawang untuk mengurangi separuh defisit skor saat itu.

Momentum Berpindah

Tim tamu membuat setiap menit dari istirahat paruh waktu dihitung, muncul hampir lima menit terlambat untuk restart babak kedua karena berjalan jauh ke dan dari fasilitas ruang ganti mereka. Pasca jeda, mereka tampak seperti tim baru, didukung dengan kepercayaan diri karena gol mereka sebelumnya dan mendorong skuat the Blues menjadi sedikit terguncang.

Ings lagi-lagi tebar bahaya ketika ia melepaskan tembakan peringatan yang melebar dari jarak 20 yard. Umpan Zouma ke Kepa yang lemah membuat penjaga gawang kami terpeleset saat dia mencoba untuk menerima bola tersebut sebelum Adams, Christensen yang meluncur untuk memblokir bola di garis tetapi Ings sukses amankan bola yang lepas dan melepaskan sepakan keras ke bagian atap gawang dan mengubah skor menjadi 2-2.

Sang Finisher Merubah Menjadi Pemberi Umpan

Tidak lama setelah The Blues melihat keunggulan dua gol mereka menguap, tuan rumah akhirnya membuat gol kelima di laga tersebut. Itu adalah skema serangan di sisi kanan yang berbahaya, Werner dan Pulisic bekerja sama dengan baik sebelum striker itu melepaskan diri ke ruang kosong dan kemudian melepaskan umpan dengan sempurna ke tengah agar Havertz bisa mengarahkan bola ke gawang dari jarak dekat.

Sama seperti rekan senegaranya, itu adalah gol pertama pemain berusia 21 tahun itu di Premier League, yang merupakan tambahan gol setelah ia cetak hattrick di Piala Liga melawan Barnsley. Meski unggul, masih banyak pekerjaan yang tersisa bagi pasukan Lampard untuk melihat pertandingan ini berakhir.

Peluang dan Drama di Penghujung Waktu

Kemampuan teknis Havertz sering kali jadi pembeda, selain itu, postur tubuhnya yang mengesankan juga membuatnya menjadi ancaman di udara, terutama saat memanfaatkan umpan Chilwell yang luar biasa. Kombinasi inilah yang menciptakan peluang bagi pemain Jerman itu dengan 14 menit tersisa saat sepak pojok diayunkan dari kiri tetapi sundulannya terlalu tinggi untuk mengganggu gawang dari McCarthy.

Southampton meningkatkan tekanan saat akhir laga semakin mendekat, dengan keunggulan satu gol kami yang cukup tipis. Adams gagal mencapai target dengan kurang dari satu yard lewat tendangan keras di depan gawang Kepa sebelum kiper Spanyol kami tersebut turun mencegah upaya dari Ings di tiang dekat.

Saat kemenangan bisa diamankan oleh tim tuan rumah, tetapi tim tamu membuat skor menjadi 3-3 tepat pada saat penghujung laga ketika Walcott memanfaatkan tendangan bebas Bertrand, menembakkan bola dan Vestergaard menyentuh bola tersebut menuju ke pojok bawah gawang Kepa.

Pemilihan Pemain

Pulisic menjadi starter untuk pertama kalinya sejak final Piala FA musim lalu dan ia menjadi salah satu dari empat perubahan dari kemenangan kami atas Crystal Palace terakhir kali. Kepa kembali ke gawang, sementara Christensen dan Mount adalah pemain lainnya yang kembali ke starter.

Werner memimpin lini depan, didukung oleh trio yang menarik yaitu Havertz, Pulisic dan Mount di depan N'Golo Kante dan Jorginho, yang mencetak dua gol dari titik penalti dalam aksi terakhir kami di Stamford Bridge.

Christensen menggantikan Thiago Silva di jantung empat bek, pemain Brasil itu tidak masuk dalam tim menyusul perjalanan panjang melintasi Atlantik untuk tugas internasional, sementara Ben Chilwell dianggap cukup fit untuk menjadi starter lagi.

The Saints memaka skema 4-4-2 sebagai tanda bahwa ini bisa menjadi sore yang agresif  di barat London, dengan Danny Ings dan Che Adams di ujung tombak. Mantan pemain the Blues Ryan Bertrand dan Oriol Romeu menjadi starter saat kembali ke Stamford Bridge, sementara Theo Walcott melakukan debut keduanya di Southampton setelah debut pertamanya 15 tahun silam.

Selanjutnya Apa?

Liga Champions akan kembali bergulir dalam tiga hari lagi saat Sevilla mengunjungi Stamford Bridge untuk pertandingan pembukaan Grup E kami pada Selasa malam, sebelum perjalanan akhir pekan ke Manchester United. Pertemuan melawan Saints ini adalah yang pertama dari rangkaian tujuh pertandingan dalam tiga pekan bagi The Blues saat periode sibuk dimulai musim ini.