Kini para penggemar the Blues bisa menikmati liburan dengan tenang menyusul kembalinya The Blues ke jalur kemenangan lewat cara yang apik, dengan penampilan super, dan kemenangan di lawatan pertama mereka di stadion baru Tottenham Hotspur.

Kemenangan teranyar Chelsea di markas Spurs terjadi pada Agustus 2017, di laga pertama mereka di Wembley, yang kala itu dijadikan sebagai markas sementara mereka. Waktu itu Marcos Alonso jadi pahlawan dengan raihan dua gol. Kali ini brace kembali jadi pembeda, yang dicetak oleh Willian – gol keempat dan kelimanya musim ini.

Alonso kembali terlibat dalam penciptaan gol setelah dilanggar dan membuahkan hadiah penalti yang dikonversi dengan sempurna oleh Willian untuk menjadi gol keduanya di laga itu. Gol pertamanya, yang tercipta di awal laga, berasal dari permainan terbuka sedangkan gol keduanya sesaat sebelum interval.

Kami langsung bermain dengan penuh komitmen dan percaya diri sejak kick-off, dan tugas Tottenham jadi makin sulit setelah Son Heung-Min dikartu merah usai melanggar Toni Rudiger dengan kasar di babak kedua. Bahkan, Kepa pun tak banyak beraksi karena Spurs tak mampu melepas satu pun tembakan ke arah gawang selama 97 menit pertandingan.

Menyusul hasil mengecewakan ketika melawan Bournemouth akhir pekan lalu, dan penampilan yang kurang menggigit sehingga hanya bisa memetik dua kemenangan dari tujuh laga di semua kompetisi, pasukan Frank Lampard membuat perubahan taktik menjadi 3-4-3 dari yang sebelumnya 4-3-3.

Fikayo Tomori yang telah fit dimainkan sebagai bek tengah ketiga, bermain di sebelah kiri Kurt Zouma – dengan Rudiger di kanannya. Marcos Alonso kembali diturunkan, kali ini sebagai bek sayap kiri dan Mateo Kovavic lebih dipilih ketimbang Jorginho – untuk bermain bersama N’Golo Kante – sebagai duet gelandang tengah. Mason Mount didorong ke depan kanan, jadi salah satu dari trisula di depan, mengimbangi Willian di kiri – menggantikan Christian Pulisic.

Strategi itu terbukti manjur dengan tampil meyakinkan di awal laga dan terus merepotkan Tottenham. Sebagian besar serangan tuan rumah dapat diendus sebelum bola menemui pemain lawan di area penalti kami. Bahkan, mereka kami bikin hanya punya dua peluang di babak pertama, itu pun terjadi dalam selang waktu singkat.

Di menit-menit awal, Tammy Abraham berduel untuk menciptakan peluang tembak untuk dirinya sendiri. Kovacic kemudian melepas umpan terobosan namun bisa digagalkan oleh Jan Vertonghen. Lalu Kante melepas umpan silang yang disambut dengan tandukan Abraham – yang masih kurang akurat.

Gol pertama, yang tercipta lewat sebuah tendangan keras, datang di menit ke-12 lewat situasi sepak pojok yang diselesaikan sendiri oleh si pencetak gol. Bola dioper pendek oleh Willian lalu dikembalikan oleh Kovacic. Mendapat ruang, pemain asal Brasil itu menggiring bola ke dalam kotak penalti lalu melepas tembakan keras ke sudut jauh gawang yang tak mampu dihalau oleh Paulo Gazzaniga. Gol!

Terus memegang kendali permainan, sebuah umpan silang Alonso disambut dengan tandukan Abraham namun masih belum membuahkan gol.

Di pertengahan babak pertama, kami melakukan serangan balik dari belakang namun kontrol dada Mount, yang berada di dalam kotak penalti, atas operan manis Abraham, kurang sempurna. Namun demikian, pergerakan Mount berhasil merepotkan lini belakang Spurs.

Tottenham baru bisa menciptakan peluang pertama di menit ke-28, lewat sebuah sepakan melambung Harry Kante yang terbebas. Pemain yang sama menciptakan peluang lagi dua menit kemudian lewat operan ke Son yang beroperasi di tiang jauh, namun tembakannya juga gagal.

Di antara kedua momen tersebut, sebuah umpan silang Mount mendarat di wajah Abraham sehingga peluang tembak pun sirna.

Ketika laga memasuki lima menit menjelang turun minum, terjadi tubrukan keras antara Kepa dan Sissoko ketika operan Alonso ke kiper kami terlalu lemah. Beruntung, tidak ada cedera yang menyusul insiden tersebut.

Tak lama kemudian kartu kuning diberikan kepada Kovacic dan Dele Alli. Dengan demikian, gelandang kami dipastikan absen saat melawan Southampton di Boxing Day.

Sebelum jeda, terjadi drama lainnya. Di masa perpanjangan waktu, sebuah aksi Gazzaniga membuahkan hadiah penalti untuk the Blues. Alonso mengejar umpan cungkil Willian yang diarahkan ke kotak penalti. Meski pemain Spanyol itu kurang cepat mengejar bola, kiper Spurs malah menggunakan mengangkat kakinya tinggi-tinggi untuk menendang bola yang tengah memantul. Tendangannya meleset dan mengenai Alonso!

Untuk beberapa alasan tertentu, Anthony Taylor memberikan tendangan bebas kepada tuan rumah namun VAR punya pandangan yang sama sekali berbeda. Tendangan penalti langsung diberikan dan diselesaikan dengan baik oleh Willian untuk mengecoh kiper lawan.

Kami unggul 2-0 turun minum. Di ruang ganti tuan rumah, tidak mengejutkan jika Jose Mourinho melakukan pergantian pemain, dengan memasukkan Christian Eriksen menggantiakn Eric Dier dan meniru formasi Chelsea dengan menerapkan tiga bek.

Meski demikian, Chelsea yang lebih dulu beraksi di babak kedua. Setelah melakukan kerjasama satu-dua dengan Mount di depan gawang, aksi Abraham harus diabaikan lantaran sudah berdiri di posisi offside.

Tak lama kemudian Abraham berhasil menjebol gawang lawan, memanfaatkan sepakan Alonso yang dimentahkan Gazzaniga, namun lagi-lagi offside yang menjadi penyelamat tim lawan.

Satu jam berjalan, VAR kembali dilibatkan dan kali ini Tottenham menjadi korban harus bermain dengan 10 pemain. Tubrukan antara Rudiger dan Son membuat pemain Spurs itu berada dalam bahaya. Berada di bawah bek kami, Son mengangkat kakinya ke perut Rudiger dan harus keluar dari lapangan sebagai ganjaran dari pelanggaran berat tersebut.

Kante nyaris mencetak gol ketiga namun gagal menyelesaikan sebuah serangan balik timnya. Pada intervensi ketiga VAR di laga ini, Spurs yang tampak mendapat penalti harus gigit jari dan dua gol kami pun sudah cukup untuk mengamankan tiga poin.

Chelsea terus mengupayakan gol ketiga di masa perpanjangan waktu namun percobaan pemain pengganti, Michy Batshuayi belum membuahkan hasil. Ketika Kane akhirnya membukukan tembakan ke arah gawang, Tomori berhasil melakukan blok istimewa untuk memudahkan tugas Kepa.

Arti kemenangan ini bagi Lampard, para pemain, dan stafnya jelas terlihat setelah peluit akhir laga dibunyikan. Bos kami pun melempar mantelnya ke tribun.

Chelsea (3-4-3): Kepa; Rudiger, Zouma, Tomori; Azpilicueta (k) (James 80), Kante, Kovacic (Jorginho 68), Alonso; Mount, Abraham (Batshuayi 80), Willian.Cadangan Caballero, Christensen, Pulisic, Hudson-Odoi.Gol Willian 12, 45+2 penKartu kuning Zouma 31, Kovacic 43, Rudiger 78

Tottenham (4-2-3-1): Gazzaniga; Aurier, Sanchez, Alderweireld, Vertonghen (Rose 75); Sissoko, Dier (Eriksen h-t); Moura (Ndombele 75), Alli, Son; Kane (k).Cadangan Vorm, Foyth, Winks, Lo Celso.Kartu merah Son 62Kartu kuning Alli 43, Gazzaniga 45, Sissoko 58, Alderweireld 67

Penonton 61.104Wasit Anthony Taylor