The Blues dengan cepat melupakan kekalahan di ajang Carabao Cup tengah pekan ini dengan mencatatkan kemenangan kelima beruntun di Premier League sekaligus menciptakan rekor baru klub berupa tujuh kemenangan tandang beruntun di semua kompetisi ketika sedang berkompetisi di divisi utama.

Tammy Abraham sudah mengemas dua digit gol musim ini dengan sebuah penyelesaian mematikan di awal laga sementara gol kedua kami datang tak lama setelah turun minum lewat sebuah penyelesaian jarak dekat Christian Pulisic yang sedang apik-apiknya.

Chelsea bisa saja mencetak lebih banyak gol jika Ben Foster tidak sedang berada dalam permainan terbaiknya di bawah mistar gawang Watford. Sebaliknya, penggemar the Blues sempat was-was menjelang akhir pertandingan ketika tuan rumah berhasil memangkas ketertinggalan dari titik penalti menyusul keputusan dari VAR.

Pasukan Frank Lampard akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Kepa membuat sebuah penyelamatan krusial di menit-menit akhir pertandingan. Dengan tiga poin ini, kami naik ke peringkat tiga Premier League meski Leicester baru akan bertanding besok di markas Crystal Palace.

Chelsea hanya mengganti satu pemain dari line-up yang menang besar di Burnley di laga sebelumnya di Premier League akhir pekan lalu. Lampard sudah bisa memainkan Emerson Palmieri lagi di posisi bek kiri setelah sebelumnya mengalami cedera hamstring. Bos pun sudah menjelaskan bahwa Marcos Alonso, yang dicadangkan di laga ini, sudah banyak bermain akhir-akhir ini, salah satunya saat melawan Manchester United pada tengah pekan.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, Watford memainkan lima bek. Ini menjadi salah satu dari laga-laga di mana kami harus bersabar dan berusaha keras untuk membongkar pertahanan lawan, seperti yang terjadi saat melawan Newcastle belum lama ini. Kabar baiknya, gol pembuka tercipta di awal pertandingan.

Dengan standarnya musim ini, tentu sudah terlalu lama bagi Abraham untuk tidak mencetak gol selama empat pertandingan. Namun, di laga ini, dia hanya butuh empat menit untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Tammy berutang banyak kepada Jorginho, yang menerima bola operan Mason Mount di dalam wilayah pertahanannya sendiri, mengirim umpan ke area penalti, ke si penyerang tengah. Watford menumpuk banyak pemain di belakang namun mereka membiarkan Abraham bergerak. Akhirnya, dengan mengangkat bola dengan sentuhan pertamanya, Ben Foster takluk. Sebuah penyelesaian yang manis.

Peluang berikutnya menjadi milik Watford ketika bola hasil sapuan kami yang tak sempurna jatuh ke kaki Roberto Pereyra. Beruntung, sepakannya masih mengarah tepat ke Kepa.

Di menit ke-18, Abraham nyaris mencetak gol kedua ketika tembakan Mason Mount diblok lawan dan bola rebound mengarah ke dirinya. Foster melakukan penyelamatan dengan menjatuhkan diri dan bahkan melakukan penyelamatan yang lebih apik lagi atas sepak pojok yang menyusul dengan menepis tandukan Christian Pulisic yang mengarah ke sudut atas gawang. Pemain asal Amerika itu membuat sebuah lompatan yang luar biasa ketika menerima umpan itu.

Penampilan Watford membaik dan beberapa kali menguji Kepa.

Peluang terbaik the Hornets yang nyaris membuahkan gol penyeimbang tercipta menjelang turun minum lewat sebuah sepakan rendah dari Gerard Deulefou yang melewati beberapa sejumlah pemain namun masih melebar.

Chelsea sendiri gagal memanfaatkan kesempatan untuk menggerakkan bola ke depan. Keputusan yang salah atau operan yang lemah kerap kami menggagalkan kami untuk mencetak gol kedua. Dari perjuangan yang diperlihatkan Watford, jelas terlihat betapa besar risiko keunggulan satu gol.

Tepat sebelum turun minum, Foster, yang memang selalu menyulitkan Chelsea sejak pertemuan-pertemuan terdahulu, kembali tampil impresif dengan menepis tendangan roket Mount ke mistar gawang.

Di awal babak kedua, Kurt Zouma mengorbankan dirinya untuk memblok tendangan Andre Gray. Sebuah pertahanan yang patut diacungi jempol. Setelah itu, Foster kembali menggagalkan upaya Mount.

Ketika babak kedua berjalan 10 menit, gol kedua datang. Willian mengoper melebar ke Abraham yang beroperasi di kanan dan kali ini pemain no.9 itu yang menjadi penyuplai, dengan menyenter bola dengan keras dan rendah ke Pulisic yang sudah menunggu di kotak enam yard dan menyelesaikannya menjadi gol keempatnya dari dua pertandingan di liga.

Kami unggul 2-0. Kembali mendapat peluang, sepakan Pulisic, setelah meliuk-liuk di lini pertahanan Watford, lagi-lagi bisa dimentahkan oleh Foster. Kemudian Abraham nyaris mendapat peluang tembak. Tuan rumah terus bertahan.

Satu lagi sepakan Abraham menghasilkan sepak pojok. Peluang tercipta berkat andil besar Pulisic yang membuat Watford – yang seharusnya bisa memaksakan sepak pojok – hanya diberikan lemparan ke dalam.

The Hornets memperkecil ketertinggalan ketika laga tersisa 10 menit lagi lewat Deulofeu yang sukses mengeksekusi penalti usai VAR menyatakan bahwa dia dilanggar oleh Jorginho.

Situasi menjadi menegangkan menjelang akhir pertandingan karena Chelsea harus bertahan dalam-dalam. Watford selalu gagal menciptakan tembakan ke gawang hingga menit kelima perpanjangan waktu ketika mereka memiliki kesempatan dari tendangan bebas. Bola disundul dua kali namun ada Kepa di sana, yang dengan kakinya mampu menghalau bola dengan apik. Laga pun berakhir. Penyelamatan si kiper Spanyol dirayakan seolah-olah telah mencetak gol kemenangan!

Tepat sebelum pertandingan berakhir Jorginho dikartu kuning, yang berarti dia tidak akan bisa tampil saat menjamu Palace akhir pekan mendatang.

Chelsea (4-3-3): Kepa; Azpilicueta (k), Zouma, Tomori, Emerson; Kovacic, Jorginho, Mount; Willian (James 90+4), Abraham (Batshuayi 88), Pulisic (Hudson-Odoi 83).Cadangan Caballero, Alonso, Gilmour, Giroud.Pencetak gol Abraham 5, Pulisic 55Kartu kuning Jorginho 89, Mount 90

Watford (5-4-1): Foster; Janmaat (Femenia 75), Kabasele, Dawson, Cathcart (k) (Mariappa 20), Masina; Deulofeu, Chalobah (Hughes 67), Doucoure, Pereyra; Gray.Cadangan Gomes, Success, Holebas, Foulquier.Pencetak gol Deulofeu 80 penKartu kuning Kabasele 46, Janmaat 69, Dawson 82, Mariappa 88

Wasit Anthony Taylor