Satu gol sudah cukup untuk mengakhiri duel yang ketat antara juara dunia dan juara Inggris di Stamford Bridge.

Momen yang menentukan datang di pertengahan babak kedua ketika pemain pengganti Manchester City, Jack Grealish dan Riyad Mahrez, terlibat untuk memecah kebuntuan, dengan pemain terakhir menembak dari jarak dekat.

Chelsea sebelumnya terhambat oleh cedera yang dialami Raheem Sterling dan Christian Pulisic, mengakhiri pertandingan dengan tiga remaja di lapangan dan banyak pujian yang diberikan oleh para pendukung Stamford Bridge atas usaha dan upaya mereka untuk menekan sang juara Liga Primer hingga akhir pertandingan.

Peluang terbaik kami datang sebelum jeda dengan skor masih 0-0 ketika Carney Chukwuemeka, salah satu pemain pengganti kami di awal pertandingan, sepakannya membentur tiang gawang dari luar kotak penalti.

Pemilihan pemain

Potter membuat dua perubahan dari hasil imbang Hari Tahun Baru kami di Nottingham Forest, dengan semifinalis Piala Dunia, Mateo Kovacic dan Hakim Ziyech, keduanya kembali menjadi starter untuk pertama kalinya sejak turnamen itu berakhir.

Jorginho dan Mason Mount adalah duo yang keluar, yang terakhir absen dari skuad hari laga karena cedera.

Pep Guardiola membuat tiga perubahan dari pertandingan terakhir City, hasil imbang 1-1 di kandang Everton, dengan Phil Foden, Joao Cancelo dan Kyle Walker kembali ke starting 11.

Pemikiran ulang lebih awal

The Blues menempatkan Sterling dan Kai Havertz sejajar di lini depan tetapi rencana Potter harus digambar ulang setelah hanya lima menit ketika pemain internasional Inggris itu tertatih-tatih keluar dari lapangan setelah mendapat tendangan dari rekan setimnya di Three Lions, John Stones. Dia digantikan oleh Pierre-Emerick Aubameyang dalam pertukaran pemain di lini depan.

Sementara City mendominasi penguasaan bola seperti biasa, peluang awal jatuh ke tangan tuan rumah. Marc Cucurella memulai serangan yang menjanjikan di sisi kiri tepat setelah tanda 15 menit saat ia mencuri bola dari Joao Cancelo dan kemudian mengoper Havertz, yang pada gilirannya memberi umpan kepada Pulisic.

Namun, saat pemain Amerika Serikat itu bersiap untuk menembak, Stones berada di posisi yang tepat dan membuang bola tepat waktu dalam duel.

Masalah ganda

Masalah cedera Chelsea, yang sudah merepotkan dengan absennya pemain-pemain seperti Reece James, Ben Chilwell, dan N'Golo Kante, terus memburuk sebelum pertengahan babak pertama dengan ditariknya Pulisic yang terlihat seperti mengalami ketegangan otot. Itu adalah pergantian dua starter paling awal di Liga Primer selama tujuh tahun dan hanya menambah tugas sulit bagi tim London.

Chukwuemeka yang masih remaja adalah pemain terbaru yang diturunkan pada awal laga untuk penampilan kelimanya dengan seragam biru. Namun, kemunduran tersebut tampaknya membangkitkan semangat sang juara dunia dan dukungan tuan rumah juga semakin keras, didorong oleh upaya tim mereka.

Chukwuemeka memberikan dampak instan, membidik dari tepi kotak penalti tapi usahanya diblok, sebelum Ziyech memaksa Ederson melakukan penyelamatan rendah pada percobaan berikutnya. Itu tetap menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran di babak pertama hingga menit-menit akhir.

Memimpin pertunjukkan

Guardiola sering mendapati Chelsea sebagai lawan yang keras kepala, dengan tidak ada tim yang mengalahkan City-nya lebih banyak di Liga Primer daripada lima pertandingan kami sejak awal 2016/17.

Erling Haaland dikawal dengan baik oleh Thiago Silva dan Kalidou Koulibaly, intervensi terpenting pemain Norwegia itu datang di kotak 18 yard sendiri saat ia mundur untuk menghalau tendangan bebas berbahaya dari Ziyech.

Kepa Arrizabalaga hanya bekerja dengan mengumpulkan bola di sana-sini, meskipun pemain Spanyol itu sedikit lebih khawatir ketika Bernardo Silva dan Haaland bergabung tujuh menit sebelum jeda, dengan pemain nomor sembilan City itu melepaskan tembakan melambung dengan bagian luar sepatu kirinya.

Tiang dan keluar

Chelsea paling dekat dengan gol pembuka adalah pada menit ke-43 ketika sebuah terobosan cepat ke depan membuat Chukwuemeka beralhi ke dalam dari sisi kiri dan melepaskan tembakan yang tidak bisa dijangkau Ederson tetapi membentur tiang gawang.

City bersyukur karena bola rebound jatuh tepat ke Stones di kotak enam yard dan bahaya segera dihindarkan, memulai serangan balik untuk tim tamu yang berakhir dengan De Bruyne menghangatkan sarung tangan Kepa di ujung yang lain.

Keputusan Guardiola untuk memulai dengan tiga bek, memanfaatkan Cancelo dan Foden sebagai sayap, tidak memberikan City dominasi seperti biasanya di lini tengah dan ada perubahan ganda saat istirahat ketika bek Rico Lewis dan Manuel Akanji diperkenalkan.

Ini memberi tim tamu peningkatan yang diperlukan dan Nathan Ake, yang menghabiskan enam tahun sebagai pemain Chelsea, hampir memecah kebuntuan melawan mantan klubnya enam menit setelah jeda.

Lompatan tertingginya di tiang belakang untuk menyambut kiriman yang dalam, berhasil membuahkan sundulan bagi pemain internasional Belanda itu yang membentur tiang gawang dalam bagi The Blues.

Kepa kemudian menggagalkan De Bruyne tak lama setelah itu dengan penyelamatan cerdas di sisi kirinya sebelum Thiago Silva nyaris mencetak gol di ujung yang lain, sepakannya melebar beberapa inci setelah sepak pojok diberikan kembali ke dalam kotak oleh Chukwuemeka.

Dampak instan

Pertandingan berjalan lebih terbuka di babak kedua, namun pergantian pemain kedua yang dilakukan Guardiola terbukti menjadi kunci dalam membuka pintu kemenangan. Grealish dan Mahrez baru empat menit berada di lapangan ketika mereka melakukan kombinasi untuk efek yang menghancurkan, yang pertama mengarahkan bola rendah ke depan gawang dan pemain Aljazair itu mendahului Cucurella untuk menyontek bola dari jarak dekat.

Potter merespons cepat dengan melakukan perubahan, memberikan Omari Hutchinson yang berusia 19 tahun debutnya di Chelsea, serta memasukkan sesama remaja Lewis Hall dan Conor Gallagher.

Hal itu kembali menyemangati pendukung tuan rumah dan sentuhan awal Hutchinson disambut dengan teriakan penyemangat, meskipun Haaland yang hampir menyelesaikan permainan ketika dia meregang hanya beberapa inci untuk menggapai umpan De Bruyne.

Sementara Chelsea menekan dan mencari gol penyeimbang di seperempat akhir pertandingan, perlawanan City tetap kuat di tengah gerimis yang mengguyur London barat. Tendangan jarak jauh Kovacic adalah peluang paling menjanjikan yang kami ciptakan, tetapi bola melayang di atas mistar gawang Ederson.

Saat waktu terus berdetak memasuki tambahan, Havertz bergerak menusuk di kiri-dalam, tetapi memilih untuk mengabaikan rekannya di tengah dan melepaskan tembakan yang melebar dari tiang dekat.

Apa selanjutnya?

Untuk kedua kalinya dalam empat hari, Chelsea akan menghadapi City pada hari Minggu 8 Januari ini. Kali ini pertandingan akan berlangsung di Etihad Stadium dalam putaran ketiga Piala FA, kick-off pukul 23.30 WIB.

Setelah itu, masih ada lagi laga Kamis malam ketika kami menghadapi Fulham di Craven Cottage dalam waktu seminggu.

Chelsea (4-2-3-1) Kepa; Azpilicueta (c), Koulibaly, Thiago Silva, Cucurella (Hall 68); Kovacic, Zakaria; Ziyech (Gallagher 68), Pulisic, Sterling (Aubameyang 5) (Hutchinson 68)
Cadangan Bettinelli, Chalobah, Humphreys, Jorginho
Kartu kuning Kovacic 89; Koulibaly 90+4

Manchester City (3-2-4-1) Ederson; Walker (Lewis h/t), Stones, Ake; Cancelo (Akanji h/t), Rodri (Phillips 86), Gundogan (c), Foden (Mahrez 60); De Bruyne, Bernardo Silva (Grealish 60), Haaland
Cadangan Ortega, Gomez, Grealish, Mahrez, Palmer, Alvarez
Pencetak gol Mahrez 64

Wasit Paul Tierney
Penonton 39,998