Dalam rangkuman berita terbaru terkait Chelsea dari media, Fabregas memberikan penilaian tentang manajernya di Chelsea saat meraih gelar, Gallagher mengapresiasi komentar positif Gary Neville dan mantan pemain Blues ini membahas area mana yang harus ditingkatkan Newcastle saat ini, termasuk mengangkatnya sebagai manajer.

Beberapa berita ini adalah sampel yang diambil dari sumber media eksternal. Mereka tidak mewakili pandangan atau posisi Chelsea Football Club.

Fabregas ungkap sosok pelatih tersulit dalam karirnya

Mantan gelandang Chelsea Cesc Fabregas telah menyoroti siapa sosok yang ia yakini sebagai pelatih paling menantang yang pernah ia jalani dalam karirnya, yang telah membuatnya memenangkan gelar divisi teratas di Inggris dan Spanyol, dan juga Piala Dunia.

Saat melakukan tanya jawab di akun Twitter-nya, pemain berusia 34 tahun itu ditanyai sejumlah pertanyaan terkait The Blues. Cesc sendiri sukses memenangkan dua gelar Premier League di klub kami.

Fabregas bermain secara reguler dalam kemenangan gelar 2016/17 kami di bawah bos Italia Antonio Conte, dan ketika ditanyai tentang manajer terberat yang pernah ia jalani di level klub dan internasional, pria Spanyol itu menjawab: 'Antonio Conte.'

Gelandang Monaco juga memuji mantan rekan setimnya Andreas Christensen dan N'Golo Kante, seperti yang ditulis oleh TalkSPORT.

‘Dia (Cesc) adalah mantan rekan satu tim dengan Andreas Christensen di Stamford Bridge dan dia memberikan banyak pujian pada bek tengah Denmark itu,’ kata laporan itu.

Gelandang itu menulis: ‘Ia sungguh pemain yang hebat. Ia pemain yang kurang diapresiasi. Ia sangat pemalu dan tidak terlalu banyak bicara karena dia jarang membuat kesalahan.'

Fabregas berada di Chelsea ketika mereka merekrut N'Golo Kante dari Leicester pada 2016, dan kemudian memenangkan gelar musim selanjutnya. Ketika diminta untuk menggambarkan gelandang Prancis itu dalam tiga kata, Fabregas berkata: ‘Si Bos Besar.’

Gallagher menghargai pujian dari Gary Neville

Pemain pinjaman Chelsea Conor Gallagher mengapresiasi pujian dari Gary Neville, setelah awal musim yang bagus dengan status pinjaman di Crystal Palace.

Neville sendiri sangat memuji pemain muda internasional Inggris, dan Gallagher telah berbicara tentang apresiasinya terhadap para pundit sepakbola TV yang berbicara secara positif tentang penampilannya.

Dalam sebuah cerita oleh Metro, mengutip wawancara dengan Sky Sports, Gallagher mengakui bahwa dia memperhatikan komentar dari sosok seperti Neville.

‘Ya, pasti. Jika sosok sepertinya membicarakan saya, saya ingin tahu apa yang mereka katakan, apakah itu baik atau buruk,’ kata Gallagher. ‘Tapi saya bersyukur dan senang dia mengatakan sesuatu yang baik, itu jelas hal yang positif.’

Masa peminjaman Gallagher di Palace adalah yang keempat sejak 2020, dengan gelandang itu juga menghabiskan waktu di Charlton Athletic, Swansea City, dan West Brom sebelumnya.

‘Ini merupakan kemajuan setiap waktu,’ kata Gallagher, yang masuk dalam daftar cadangan Chelsea untuk kemenangan final Liga Europa kami atas Arsenal pada 2019.

‘Saya tidak bisa lebih bahagia lagi dari ini dengan bagaimana proses pinjaman ini sedang berjalan. Saya masih harus membuat banyak kemajuan.’

Geremi percaya diri bisa melatih di klub Premier League

Mantan pemain Chelsea, Geremi mengklaim dirinya mampu membantu Newcastle menghindari degradasi Premier League musim ini.

Newcastle saat ini duduk di tempat ke-19 di papan atas dan baru-baru ini berpisah dengan manajer Steve Bruce.

Eks pemain internasional Kamerun itu beranggapan bahwa dirinya cocok untuk posisi kosong di Tyneside, dalam sebuah cerita oleh The Sun, mengutip sebuah wawancara dengan Ladbrokes..

‘Saya memiliki beberapa pemain dalam pikiran saya yang bisa masuk untuk membantu tim dan siapa yang cocok untuk mengelola tim saat ini,’ kata Geremi.

‘Saya pikir saya bisa melakukan sesuatu untuk Newcastle karena pengalaman saya. Saya tahu tipe pemain yang dibutuhkan klub saat ini.’

‘Dalam situasi ini, mereka perlu mendatangkan pemain berpengalaman yang bisa mengeluarkan mereka dari zona degradasi. Mereka membutuhkan pemain yang bisa membaca permainan dengan baik.'

Pria berusia 42 tahun itu menandatangani kontrak dengan Newcastle United setelah empat tahun tinggal di Stamford Bridge, dan percaya The Magpies saat ini kekurangan 'sosok pemimpin'.

‘Bagi saya, klub perlu memperkuat aspek ini pada bursa transfer Januari: mereka membutuhkan pemimpin,’ katanya.

‘Saya pikir mereka harus mencarinya dan mendapatkan satu pemain baru di lini pertahanan, dua di lini tengah dan satu striker haus gol.’

‘Begitulah cara Anda untuk tetap bertahan di Premier League, dengan mendatangkan maksimal lima pemain di jendela transfer berikutnya.’