Menjelang pertandingan hari ini di Nottingham, pelatih kami menjelaskan mengapa ia memilih Kai Havertz sebagai striker sentral saat Liga Primer dilanjutkan…

Graham Potter memiliki opsi lain untuk pertandingan tengah pekan melawan Bournemouth tetapi Kai Havertz diberi peran nomor sembilan, dan sang pemain tidak mengecewakan dengan mencetak satu gol dan satu assist dalam kemenangan 2-0. Ia terpilih sebagai Player of the Match di The 5th Stand.

Sang pelatih mengakui terkadang sulit untuk memberikan posisi tetap kepada Havertz, tetapi ia memberikan pandangannya tentang kondisi permainan saat ini.

'Kai baru 23 tahun,' kata Potter. 'Ia datang ke negara ini setelah periode yang fantastis di Jerman, tetapi ia masih merupakan pemain muda.'


'Anda tidak bisa berbuat apa-apa tentang label harga dan semua itu, dan ada harapan, tapi ia masih pemain muda yang mempelajari permainan dan memiliki kualitas yang fantastis. Saya pikir sebagai nomor sembilan ia memberi Anda fleksibilitas dan variabilitas dalam permainan. Ia bisa turun tapi ia juga bisa mengancam lini belakang lawan dan bisa mencetak gol. Jadi saya suka ia di posisi itu.'

'Dengan periode yang kami miliki, kami harus menyesuaikan beberapa hal. Sangat menyenangkan mendapatkan kejelasan itu [pada posisi], tapi terkadang itu tidak mungkin. Para pemain memiliki banyak segi dalam hal kualitas sehingga mereka dapat bermain di beberapa posisi. Dan Kai adalah salah satunya.'

'Saya harus membuat keputusan [soal seleksi tim] berdasarkan apa yang saya pikirkan setiap hari dalam latihan dan Kai adalah pemain Internasional Jerman yang mencetak gol dan bermain untuk tim nasional Jerman, dan melihat rekor golnya di sana, itu adalah level elite. Setiap kali ia bermain di sana, ia berhasil mencetak gol dan ia juga berkontribusi untuk tim.’


Havertz memang kembali ke Chelsea setelah mengalami perjalanan yang mengecewakan di Piala Dunia bersama Jerman, namun sama dengan semua pemain yang kembali dari Qatar, Potter tidak melihat adanya rasa frustrasi dari pemain internasional yang berdampak pada aktivitas di klub.

'Anda mengkhawatirkan semua pemain yang kembali,' katanya, 'merupakan kekecewaan untuk tersingkir dari Piala Dunia dan Thiago misalnya memiliki harapan tinggi sebagai kapten Brasil, terutama dengan usia dan waktu yang tidak mendukungnya untuk Piala Dunia berikutnya. Para pemain Inggris kecewa karena mereka tidak lolos.'

'Tapi saya harus mengatakan mereka semua kembali dengan semangat yang fantastis, sikap yang hebat. mereka luar biasa dan profesional.'

'Mereka telah telah beralih dari matahari Qatar ke dinginnya Cobham dan penanganannya sangat baik. Mereka brilian, jadi jangan khawatir dengan mereka.'