Musim dari kompetisi domestik kami akan berakhir di West Midlands dan di depan fans tim tuan rumah. Sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton melakukan survei lokasi menjelang laga penting kali ini...

Laga ini menjadi waktu dimana semuanya dipertaruhkan saat Chelsea melakukan perjalanan ke Aston Villa pada hari Minggu ini. The Blues telah memenangkan tiga kemenangan beruntun di Villa Park pada ajang liga dan jika kami memenangkan yang keempat maka akan memastikan kami mengamankan jatah menuju Liga Champions musim depan menjelang final Sabtu nanti di Porto.

Permutasi dan persaingannya rumit. Tiga tim akan bersaing tetapi setidaknya The Blues harus meraih hasil lebih baik dari salah satu pesaing mereka, Leicester dan Liverpool.

Sebaliknya, Villa bisa bermain tanpa tekanan atau motivasi selain untuk menampilkan performa yang baik untuk fans mereka, yang akhirnya bisa kembali ke tribun setelah 15 bulan absen karena pandemi. Anak asuh Dean Smith saat ini terkunci di tempat ke-11 klasemen sementara, sukses mendapatkan hasil imbang di pertandingan sebelumnya di Stamford Bridge tetapi telah kalah 10 kali dari 12 terakhir mereka dengan kami di kompetisi papan atas.

Mereka menang 2-1 di Tottenham pada hari Rabu, pemain andalan mereka Jack Grealish menjadi starter untuk pertama kalinya sejak Februari. Tercatat hanya Burnley dan Fulham yang menunjukkan performa lebih buruk selama empat pertandingan kandang terakhir daripada rekor Villa yaitu dua kali seri, dua kekalahan dan tidak meraih kemenangan.

Tim asuhan Thomas Tuchel saat ini unggul empat poin dari raihan total poin kami di musim lalu, dan terus mengurangi separuh selisih di belakang sang juara dari 33 poin di musim 2020/21 menjadi 16 poin seiring berjalannya waktu. Tuchel mungkin sudah mengetahui starting XI-nya untuk laga final di Portugal nanti tetapi masih ada waktu untuk para pemainnya tampil mengesankan akhir pekan ini, serta menyesuaikan kebutuhan demi penampilan tim saat ini.

Berita tim Chelsea

Thomas Tuchel dan para pemainnya belum bisa fokus pada final pertandingan akhir pekan depan karena masih ada hal-hal penting yang harus diselesaikan di kompetisi domestik.

Pertandingan liga terakhir sebelum final Eropa adalah sesuatu yang pernah dijalani oleh Chelsea sebanyak enam kali sebelumnya, dengan catatan tiga kemenangan dan tiga kali seri. Di antaranya adalah 11 Mei 2013, ketika The Blues mengalahkan Aston Villa 2-1 di Villa Park berkat aksi dari Frank Lampard yang kemudian menyalip rekor pencetak gol sepanjang masa klub, Bobby Tambling.

Semua pertandingan akan dimulai pada pukul 4 sore pada hari Minggu waktu setempat, dan sementara Tuchel tahu timnya dapat 'memutuskan berbagai hal' dengan kemenangan, ia dapat menyesuaikan manajemen risiko para pemainnya sebagai tanggapan terhadap skor di laga lainnya nanti. Andreas Christensen telah kembali bergabung setelah cedera dan N'Golo Kante serta Kai Havertz sudah memulai kembali latihan pada hari Sabtu (dan keduanya akan baik-baik saja untuk final pekan depan).

Tampaknya gelandang Prancis itu akan duduk di bangku cadangan di laga vs Villa ini, apalagi Mateo Kovacic sudah pulih. Sama halnya, Thiago Silva yang tampil luar biasa di pertengahan pekan lalu tetapi laga saat itu adalah start ketiga pemain berusia 36 tahun itu dalam tujuh hari dan Christensen kemungkinan akan unjuk gigi kali ini.

Jika skor sudah berada di pihak kami, Tammy Abraham dan Billy Gilmour akan berada di antara mereka yang berpotensi bermain di beberapa menit terakhir. Bahkan mungkin juga akan ada menit bermain untuk lulusan Akademi Tino Anjorin, Tino Livramento, yang secara teratur tampil mengesankan dalam sesi latihan.

Villa kemungkinan akan bertahan lebih dalam dan melakukan serangan balik langsung dengan cepat, seperti yang dipakai banyak tim saat melawan The Blues musim ini. Yang paling penting adalah pemilihan pemain oleh Tuchel di sebelah kanan, di mana kecepatan Matt Targett dan Jack Grealish akan jadi penyokong sebagian besar serangan Villa di lapangan.

Kesabaran dan efisiensi bisa menjadi kunci lagi bagi Chelsea, seperti saat melawan Leicester tetapi kehilangan fokus menjelang akhir laga berpotensi kehilangan dua poin penting saat itu. Menariknya, periode paling produktif kami dalam pertandingan tandang adalah sekitar satu jam laga bergulir, yang bertepatan dengan waktu saat Villa paling sering kebobolan sebagai tuan rumah.

The Blues juga merasa kurang beruntung dengan keputusan VAR setelah sebagian besar media massa sepakat bahwa Timo Werner dirugikan dan ketika insiden Youri Tielemansdi dalam kotak penalti kami di laga Selasa lalu.

Kembalinya Grealish

Anak asuh Dean Smith selalu mulai dengan cepat saat main di kandang, dan mereka salah satu dari dua klub yang mencetak lima gol tanpa balas dalam 10 menit pembukaan. Mereka juga akan didukung oleh 10.000 suporter untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Meski begitu, mereka tercatat 13 kali kebobolan terlebih dahulu di kandang musim ini, dan mereka kalah 10 kali.

Pertahanan the Villans terlihat cukup terbuka di area yang lebih melebar dalam beberapa pertandingan terakhir dan sebelum kemenangan mereka di Tottenham, mereka kebobolan tiga gol sebanyak dua kali dalam delapan hari. Penjaga gawang Emi Martinez dan barisan beknya baru-baru ini menyamai rekor klub dengan 15 clean sheet yang pernah diraih pada 2009/10 lalu.

Bek andalan Villa, Matt Cash dikabarkan sedang cedera, baik Ezri Konsa maupun Ahmed El-Mohamady, yang telah bermain di posisi itu baru-baru ini, memiliki profil yang sama. Konsa biasanya menambah keseimbangan di samping Tyrone Mings tetapi di laga tengah pekan lalu, Kortney Hause menambah bek berkaki kiri di posisi bek tengah saat itu.

Kembalinya Jack Grealish di tengah pekan lalu menciptakan bias besar dalam permainan menyerang the Villans. Lini serang mereka Ollie Watkins dan Bertrand Traore masih terlihat segar dan penuh semangat dan mereka juga menorehkan catatan tim dengan tembakan ke gawang lawan terbanyak di musim ini.

Seperti Anwar El Ghazy, Traore telah menjadi bagian intrinsik dari lini depan Smith, sesuatu yang luput darinya saat ia masih membela Chelsea di bawah arahan Jose Mourinho dan Guus Hiddink. Gelandang box-to-box John McGinn sangat penting dalam membangun serangan dan juga membantu membentuk serangan empat orang saat mereka menguasai bola.

Ross Barkley, sementara itu, sudah memainkan pertandingan terakhirnya dalam masa pinjaman di Villa dan dia tak akan bermain melawan Chelsea karena tidak memenuhi syarat untuk tampil melawan parent club-nya.

Pertandingan terakhir liga

Chelsea mampu memenangkan enam pertandingan pamungkas dalam sembilan musim terakhir, serta dua kali imbang dan sekali kekalahan. Musim 2020/21 akan menjadi kali kelima secara beruntun bagi Chelsea untuk memastikan posisi di kompetisi piala Eropa ataupun domestik.

Di pihak lawan, Villa belum pernah memenangi laga pamungkas sejak 2010/11. Namun, mereka tak terkalahkan dalam empat laga pamungkas menghadapi sesama tim London. Paling akhir adalah di Stamford Bridge, 2001/02.

Pertandingan pamungkas paling mengesankan bagi The Blues adalah kemenangan 8-0 atas Wigan pada 2010, serta kemenangan 2-1 di kandang atas Liverpool pada 2003 yang mengamankan tempat di Liga Champions persis sebelum kedatangan Roman Abramovich.