Derby London kali ini untuk pasukan Thomas Tuchel dengan pertemuan antara tim asal London barat versus London timur. Sejarawan klub Rick Glanvill dan ahli statistik klub Paul Dutton berharap ada perbaikan hasil di kandang kali ini…

Pertandingan Chelsea melawan West Ham pada hari Minggu adalah pertandingan terakhir melawan klub asal London bagi The Blues dan kesempatan untuk bangkit kembali dari performa buruk di tengah pekan kemarin.

Laga Derby melawan Arsenal pada Rabu lalu membuat Stamford Bridge mencatatkan statistik yang tidak diinginkan karena menelan kekalahan kandang ketiga berturut-turut di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak November 1993 (ketika The Gunners kembali menjadi tim tamu ketiga yang mengalahkan kami saat itu).

The Blues kini menghadapi delapan pertandingan selama empat pekan ke depan untuk mencapai dua target vital, yang kesuksesannya akan menentukan musim kami. Empat di antaranya akan dimainkan di Bridge, di mana kami terlalu ramah dan kerap berbagi poin terhadap tamu di bulan ini.

Namun demikian, sang juara dunia tetap di jalur untuk mengklaim tempat Liga Champions pada bulan Mei dan telah memenangkan enam dari delapan pertandingan Premier League terakhir kami. Dan Chelsea hanya kalah sekali dari 15 pertemuan terakhir kami di Premier League saat melawan The Irons di kandang, menang 10 kali dan seri empat kali.

Musim ini, tim asal London timur juga merasakan kekalahan dalam tiga dari empat derby London tandang mereka, dan kalah dalam tiga pertandingan tandang berturut-turut. David Moyes belum pernah merasakan kemenangan dalam 16 perjalanan tandang di papan atas sebelumnya ke Fulham Road sebagai pelatih.

Berita tim Chelsea

Kekalahan kandang dari Arsenal adalah hal menyakitkan lainnya dari blunder kami dan tak terduga yang telah menggagalkan kesempatan kami meraih gelar di awal musim. Sementara Chelsea berada di urutan ketiga dalam hal peluang mencetak gol besar yang gagal (44 kali), kami menempati posisi ketiga untuk blunder terbanyak yang mengarah langsung ke gol (5 kali), tepat di belakang catatan Everton dan Watford yang dihantui degradasi.

Pertandingan melawan West Ham di Stadion London pada bulan Desember menceritakan kisah serupa. The Blues menikmati dua pertiga penguasaan bola dan mengungguli Irons dalam tembakan keseluruhan dan yang tepat sasaran, tetapi masih frustrasi dengan kekalahan 2-3 saat itu.

Sama seperti di pertengahan pekan, Thomas Tuchel merasa the Blues telah memberikan banyak gol kepada lawan karena kesalahan individu, dan membuat perubahan besar untuk pertandingan berikutnya di St Petersburg.

Hal-hal positif kecil yang dapat diambil dari pertengahan pekan termasuk kebangkitan Timo Werner, yang mencetak gol keempatnya dalam banyak pertandingan (ditambah dua assist) dan Cesar Azpilicueta sukses cetak dua gol dalam empat pertandingan liga melawan The Gunners.

Pelatih asal Jerman itu menyatakan bahwa terlalu dini untuk Toni Rudiger dan Mateo Kovacic untuk pulih dari cedera dan bisa bermain lagi, tetapi mungkin ada peluang kembalinya ke starting line-up untuk Trevoh Chalobah, Thiago Silva, Christian Pulisic, Hakim Ziyech atau Kai Havertz. The Blues setelah ini tidak beraksi lagi sampai perjalanan hari Kamis ke Manchester United, dan The Hammers memiliki kekhawatiran besar di lini pertahanan menjelang semifinal Liga Europa pada malam yang sama.

Waktunya The Hammer

Dapat dipahami sepenuhnya jika fokus utama West Ham saat ini adalah pada leg pertama pertandingan Liga Europa Kamis melawan Eintracht Frankfurt di Stadion London, semifinal kompetisi Eropa pertama mereka sejak 1976 – melawan tim yang sama. Sementara mereka masih bisa mengklaim tempat pantas Liga Europa melalui hasil liga, memenangkan kompetisi Liga Europa bisa mengantar mereka menuju bola Liga Champions musim depan.

David Moyes sangat konservatif dalam pemilihan tim. Hanya dua pelatih yang menggunakan lebih sedikit pemain di liga daripada 25 pemain yang ia gunakan musim ini: Crystal Palace (24) dan Burnley (23).

Kini, pelatih asal Skotlandia itu sekarang kehabisan bek tengah, dengan pasangan pilihan pertama – mantan pemain Chelsea Kurt Zouma dan Angelo Ogbonna malah bergabung ke meja perawatan bersama Issa Diop.

Ini akan membutuhkan kreativitas untuk menyusun pertahanan, terutama dengan skema tiga bek, seperti yang berhasil digunakan dalam pertandingan sebelumnya melawan kami. Pilihannya termasuk menempatkan kembali full-back Ben Johnson dan Aaron Cresswell di kedua sisi Craig Dawson di jantung pertahanan, dengan Vladimir Coufal dan Arthur Masuaku sebagai wing-back, Declan Rice mundur, atau memasang Aji Alese yang baru membuat penampilan senior keduanya musim ini.

Setelah awal yang baik di depan gawang, striker tunggal Michail Antonio belum pernah mencetak gol di liga sejak 1 Januari, dan asis terbarunya datang pada bulan Februari. Selama periode yang sama Jarrod Bowen, salah satu pahlawan perempat final Liga Europa mereka melawan Lyon dengan gol di setiap leg, telah menjaringkan enam gol di papan atas.

Bisa dibilang duo yang paling membutuhkan istirahat sebelum laga Liga Europa adalah gelandang tengah Tomas Soucek dan Declan Rice, namun keduanya adalah jantung permainan The Hammers. Veteran Iron Mark Noble dan Manuel Lanzini akan menjadi pilihan lain Moyes di area itu.

Silva Surfers

Partisipasi Thiago Silva dari bangku cadangan pada laga vs Arsenal hari Rabu menjadikannya pemain lapangan tertua Chelsea di era modern.

Pemain Outfield Tertua Chelsea di Liga PremierThiago Silva vs Arsenal - 20 Apr 22 - 37 tahun 210 hariGraham Rix vs Arsenal - 14 Apr 95 - 37 tahun 203 hariGlenn Hoddle vs Arsenal -14 Apr 95 - 37 tahun 199 hariDidier Drogba vs Sunderland - 24 Mei 15 - 37 tahun 74 hari

Bek Brasil kami juga memegang rekor sebagai pencetak gol senior terbanyak di Premier League, sundulannya di bulan Januari lalu melawan Tottenham (usia 37 tahun dan 74 hari) memperpanjang rekornya atas Didier Drogba (37 tahun, 49 hari) yang baru dilantik ke Hall Of Fame Premier League. Ketiga gol Thiago musim ini tercipta dalam derby London, termasuk West Ham pada bulan Desember lalu.