Bintang Chelsea, Christian Pulisic mempertaruhkan nyawanya untuk mencetak gol kemenangan penting AS melawan Iran pada hari Selasa.

Bintang The Blues ini awalnya memamerkan kemampuan posisinya dan akselerasinya untuk mengungguli pertahanan Iran dan mengonversi umpan silang Sergio Dest dari jarak enam yard, mencetak gol Piala Dunia pertamanya dalam prosesnya.


Momentum Pulisic membawanya ke kiper arah kiper Iran, Alireza Beyranvand, dengan tabrakan keras yang terjadi kemudian memaksa sang pemain sayap keluar. Ia mencoba untuk bermain dengan menahan rasa sakit tapi tidak bisa melanjutkannya di babak kedua saat AS sukses mempertahankan keunggulan 1-0 mereka untuk membukukan tempat mereka di babak 16 besar Piala Dunia. Mereka akan bertemu Belanda pada hari Sabtu.

Berhalter mengonfirmasi setelah pertandingan Pulisic dibawa ke rumah sakit lokal di Qatar sebagai tindakan pencegahan setelah mengalami pusing. Pelatih kepala AS itu enggan berspekulasi tentang ketersediaannya untuk pertandingan sistem gugur hari Sabtu, tetapi menyoroti komitmen Pulisic untuk kepentingan Amerika.


'Saya telah mengatakan selama ini adalah hal yang luar biasa ketika salah satu pemain terbaik Anda juga merupakan salah satu yang bekerja paling keras. Ia memang begitu.'

'Saya tidak bisa lagi mengatakan cukup banyak hal positif tentang Christian.'

Rekan setim Pulisic di AS, Weston McKennie, yang memulai gerakan penghasil gol kemenangan dengan umpan panjangnya, juga memuji pahlawan dalam laga tersebut.

'Kami sangat bersyukur ia melemparkan tubuhnya ke sana,' kata McKennie.

'Masalahnya, kami memiliki 25 orang selain Christian yang akan melakukan hal yang sama. Kami tahu apa yang ingin kami lakukan, apa yang ingin kami capai. Semua siap memberikan segalanya.'

'Sangat disayangkan ia harus keluar karena itu, tetapi jika Anda melihat perawakan yang dimiliki Christian, dan ia mempertaruhkan tubuhnya, itu akan memberi tahu Anda apa arti tim ini.'