Gol di kedua babak dari Mateo Kovacic dan Kai Havertz cukup bagi kami untuk mengalahkan RB Salzburg, yang menyamakan kedudukan tak lama setelah jeda melalui Junior Adamu.

Hasil RB Salzburg vs Chelsea

Hasilnya, kemenangan 2-1, sudah cukup untuk memastikan kami lolos dari Grup E dengan satu pertandingan tersisa meski pun kami harus bekerja keras untuk meraih kemenangan atas tim Salzburg yang sulit dikalahkan.

Gol di kedua babak oleh Mateo Kovacic dan Kai Havertz sudah cukup untuk melihat kami mengatasi perlawanan Salzburg, yang menyamakan kedudukan tak lama setelah jeda laga melalui Junior Adamu.

Sebenarnya, kedua tim bisa saja menambah gol, namun masing-masing kiper – Kepa Arrizabalaga dan khususnya Philipp Kohn – sama-sama melakukan beberapa penyelamatan yang mengesankan.

Kedua gol Chelsea tercipta dari tendangan langsung ke sudut kiri atas gawang. Gol Kovacic, datang 75 mil sebelah timur Salzburg di Linz, tendangannya menjangkau sudut sulit yang membuat Kohn tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkannya.

Sementara Adamu berhasil menaklukkan Kepa untuk menyamakan kedudukan bagi tuan rumah, tapi tak lama kemudian ada aksi berkualitas dari Havertz yang menjadi penentu kemenangan kami.

Pemain Jerman itu melepaskan tembakan indah yang melengkung arahnya ke sudut kiri atas gawang, sempat membentur mistar gawang sebelum menjebol gawang tuan rumah.

Kemenangan tersebut memastikan bahwa Chelsea lolos dari Grup E dengan satu pertandingan tersisa dan sekali lagi akan bersaing di fase gugur!

Starting XI

Graham Potter memainkan Conor Gallagher, Kovacic, Christian Pulisic dan Havertz sebagai starter di Austria, menggantikan Cesar Azpilicueta, Ben Chilwell, Ruben Loftus-Cheek dan Mason Mount yang sebelumnya tampil dalam hasil imbang lawan Manchester United.

Raheem Sterling dan Pulisic masing-masing memulai pertandingan di sayap kiri dan kanan, sementara Jorginho bermain sedikit lebih dalam dari Gallagher dan Kovacic di lini tengah.

Sebelum pertandingan dimulai, tepuk tangan meriah diberikan kepada Dietrich Matschitz – salah satu pendiri RB Salzburg – yang wafat pada hari Sabtu kemarin. Kedua suporter tim berkumpul untuk memberikan penghormatan.

Pertandingan baru berjalan 90 detik sebelum Chelsea melakukan serangan pertama ke gawang Salzburg. Umpan yang baik dari belakang membuat Jorginho meneruskan bola ke Havertz, namun pemain Jerman itu kalah cepat dari Phillip Kohn kiper tuan rumah. Kai protes merasa layak dapat penalti, namun diabaikan wasit.

Tuan rumah menciptakan peluang bagus ketika memasuki seperempat jam permainan, dengan Luka Sucic menerima umpan satu dua dari rekan setimnya dan melaju ke pertahanan Chelsea sebelum melepaskan tembakan melewati mistar gawang Kepa, menjadi sinyal bahaya pertama.

Terobosan Blues

Namun Chelsea-nya Potter-lah yang mendikte laju pertandingan ini dan kami berhasil membuka skor setelah 23 menit melalui aksi Kovacic.

Havertz menerima umpan silang Gallagher sebelum ia ditekel di dalam kotak penalti, bola kemudian jatuh ke kaki Kovacic di tepi kotak penalti dan langsung melepaskan tendangan kaki kiri yang sulit diantisipasi oleh kiper lawan, Kohn.


Sesudah itu hampir tercipta gol kedua, ketika Pierre-Emerick Aubameyang menyundul bola ke gawang, tetapi berhasil digagalkan oleh penyelamatan reaktif yang luar biasa dari Kohn, dan Havertz tidak bisa memanfaatkan bola pantulan.

Mencari gol kedua

Aubameyang memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan kami tepat setelah setengah jam, ketika Havertz memberikan umpan diagonal manis, namun tendangan pemain internasional Gabon itu bisa ditepis dari jarak dekat oleh Kohn.

Di sisi lain, Kepa yang jarang mendapat ancaman akhirnya diuji kala melompat untuk menghentikan tembakan rendah Noah Okafor, setelah tuan rumah melancarkan serangan balik cepat.

Kohn tentu saja lebih sibuk ketimbang Kepa, dengan sang penjaga gawang Swiss bereaksi, entah bagaimana, untuk menepis sundulan jarak dekat Havertz setelah ia menghadapi tantangan Gallagher.

The Blues mengendalikan permainan tetapi masih ada beberapa kesempatan di mana tuan rumah menunjukkan serangan yang berbahaya melalui serangan balik, dengan Maurits Kjaergaard melepaskan tembakan melebar dari gawang Kepa.

Menjelang turun minum, langkah Chelsea yang indah hampir menghasilkan peluang lain ketika Kovacic memainkan umpan berulir tetapi dengan Havertz dan Aubameyang keduanya percaya bahwa mereka off-side, tidak ada yang benar-benar memanfaatkan peluang itu.

Kemudian, ada aksi terakhir di babak pertama, Kohn menghasilkan penyelamatan menakjubkan lainnya untuk mencegah kami menambah keunggulan. Sterling terhubung dengan sempurna dengan Aubameyang tetapi tendangannya ditepis menjadi sepak pojok dan wasit menyudahi paruh pertama.

Salzburg membalas

Setelah babak pertama berakhir dengan Chelsea lebih dominan, situasinya berbeda di awal babak kedua ketika tuan rumah mampu menyamakan skor empat menit selepas jeda.

Adamu bergerak tepat waktu untuk untuk merebut bola sebelum Thiago Silva menuju gawangnya, di mana ia kemudian mendapat umpan panjang dari kiri dan bola diarahkannya dengan sentuhan ringan untuk melewati Kepa dan masuk ke gawang the Blues, mengubah kedudukan jadi 1-1.

Suporter benar-benar bergemuruh dan ada satu blok yang bagus dari Thiago Silva yang menggagalkan usaha Sucic menguji Kepa.

Terus menekan

Hanya ada sedikit waktu untuk mengatur napas Anda di malam Eropa yang mendebarkan di Eropa tengah ini, dengan Chelsea dua kali nyaris merebut kembali keunggulan beberapa saat kemudian.

Pertama Aubameyang memaksa penyelamatan rapi lainnya dari Kohn sebelum sundulan Jorginho yang dijentikkan dari sudut yang dihasilkan digagalkan oleh Adamu.

Selanjutnya Pulisic yang harus dibuat frustrasi oleh Kohn, dengan pemain Amerika itu tidak dapat melepaskan tendangan ke arah gawang setelah lolos dari kawalan lawan.

King Kai

Butuh sesuatu yang sangat istimewa untuk mengalahkan Kohn di gawang Salzburg dan itulah yang dimunculkan Havertz setelah menit ke-63.

Pulisic mengumpankan bola ke pemain Jerman itu, yang melakukan sentuhan sebelum melengkungkan bola dengan indah ke sudut atas dari bawah mistar gawang untuk mengembalikan keunggulan kami.

Potter senang dengan yang satu itu dan itu benar-benar membenarkan keputusannya untuk mengembalikan Havertz ke starting line-up untuk pertandingan ini.

Pertandingan tentu saja belum aman dan dibutuhkan aksi lain yang berkelas dari Kepa untuk membuat kami tetap unggul, menggagalkan aksi menawan dari pemain pengganti tuan rumah, Benjamin Sesko.

Sementara itu, kami memiliki kesempatan untuk memperbesar keunggulan kami dan, berpotensi, membuat permainan lebih nyaman dengan hanya tersisa 15 menit.

Sterling dan Havertz bekerja sama dengan baik sebelum yang terakhir memberi umpan kepada Pulisic, tetapi pemain Amerika itu melakukan kesalahan sebelum upaya Gallagher pada tindak lanjut diblok.

Di sisi lain, Kepa harus tetap berkonsentrasi untuk melakukan sejumlah penyelamatan akhir untuk menahan RB saat mereka berusaha keras untuk menyamakan kedudukan yang, untungnya, tidak pernah terjadi.

Artinya, kami dapat menyambut Dinamo Zagreb ke Stamford Bridge dalam pertandingan terakhir Grup E kami, dengan aman karena mengetahui bahwa tiket ke fase gugur sudah diamankan.

RB Salzburg: Kohn, Dedic, Bernado, Pavlovic, Wober (Ulmer 78), Gouma-Douath, Seiwald, Sucic (Sesko 61), Kjaergaard, Adamu (Kameri 82), Okafor (Simic 78).

Cadangan: Mantl, Walke, Van Der Brempt, Piatkowski, Baidoo, Kameri, Diarra.

Gol: Adamu 49

Kartu kuning: Sucic

Chelsea: Kepa, Chalobah, Thiago Silva, Cucurella, Pulisic (Azpilicueta 75), Jorginho (c), Kovacic (Loftus-Cheek 67), Sterling (Ziyech 88), Gallagher (Mount 88), Havertz, Aubameyang (Broja 75).

Cadangan: Bettinelli, Mendy, Chilwell, Zakaria, Chukwuemeka.

Gol: Kovacic 23, Havertz 63

Kartu kuning: Gallagher, Kepa

Wasit: Sando Scharer (Switzerland)

Penonton: 29, 520