Masa depan Kepa Arrizabalaga di Chelsea sempat abu-abu selama bursa transfer musim panas, namun Thomas Tuchel tidak meragukan fokus pemain Spanyol yang siap bermain kapan pun dibutuhkan.

Sektor penjaga gawang menjadi sorotan setelah kemenangan akhir pekan kami atas West Ham, dengan keluhan Edouard Mendy tentang pelanggaran menjelang gol pembuka Michail Antonio tidak didengar oleh wasit.

Itu terjadi sebelum insiden perpanjangan waktu yang dramatis, saat The Hammers mengira mereka telah menyamakan kedudukan sebelum kiper Senegal kami mendapat tendangan bebas yang diberikan VAR usai bertabrakan dengan Jarrod Bowen.

Tuchel merasa bahwa kedua momen itu memang pelanggaran dan kemudian merefleksikan bagaimana kiper nomor satunya itu mendapat hukuman yang tidak menyenangkan dalam beberapa pertandingan terakhir.

'Ini adalah posisi yang sangat sensitif dalam sepakbola secara umum karena tidak semuanya tentang kualitas murni dan hanya tentang pengambilan keputusan," jelasnya tentang situasi dua kipernya. 'ni tentang perasaan bahwa Anda memiliki kepercayaan diri dan juga keberuntungan.'

'Seseorang mengirimi saya kutipan menarik tentang Napoleon, yang meminta para jenderalnya untuk tidak hanya memiliki kualitas terbaik tetapi juga bahwa ia membutuhkan mereka untuk menjadi jenderal yang beruntung. Inilah yang Anda butuhkan juga dari para pemimpin dan dari penjaga gawang, bahwa mereka memiliki semacam momentum di mana jika mereka melakukan sedikit kesalahan, itu tidak dihukum.'

'Saat ini, ia [Mendy] banyak dihukum bukan karena apa yang salah dari yang dilakukannya namun tidak ada keraguan dalam benak saya. Kami sadar ia dalam situasi seperti itu namun situasinya tenang. Kami memiliki dua penjaga gawang yang fantastis dan dua sosok yang fantastis.'

Kepa dikaitkan dengan kepindahan dari Stamford Bridge sebelum tenggat transfer kemarin dan Tuchel mengakui bahwa pemain berusia 27 tahun itu telah meluangkan waktu untuk mengeksplorasi pilihannya selama musim panas.

Namun, sang pelatih kepala Chelse mengklaim dirinya senang karena kepergian sang kiper tidak terwujud dan terbuka untuk mengembalikannya ke tim inti kapan pun jika memang dibutuhkan.

'Ia mencoba untuk menjajaki pilihannya untuk pindah, yang kami ketahui," kata Tuchel. 'Opsinya tidak memuaskan baginya atau bagi kami, jadi ia bertahan dan saya sangat senang.'

'Saya selalu sangat jelas dan secara langsung terbuka padanya bahwa saya akan sangat senang ia bertahan dan sudut pandang saya adalah ia benar-benar siap untuk bermain. Tergantung pada kami, jika kami memberinya kesempatan atau tidak, namun ia 100 persen siap dan itu terlihat dari bagaimana ia berperilaku dan berlatih.'