Pemain Chelsea Edouard Mendy dan Kalidou Koulibaly bermain penuh selama 90 menit saat Senegal mencatatkan kemenangan Piala Dunia pertamanya atas negara tuan rumah Qatar.

Kedua tim tahu bahwa jika mereka menelan kekalahan di Doha, kemudian Ekuador dan Belanda bermain imbang, mereka akan tersingkir dari Piala Dunia 2022, tetapi tim Afrika tetap tampil berani, menang 3-1 dengan Mendy membuat beberapa penyelamatan apik.

Senegal membuat dua perubahan, dengan masuknya Famara Diedhiou untuk menambah dorongan lini serang mengingat mereka kurang tajam di sepertiga akhir dalam pertandingan pembukaan mereka melawan Belanda.

Hal yang sama tidak bisa dikatakan di ibu kota Qatar. Singa Teranga memulai tim yang lebih baik dan akhirnya gol datang untuk tim Afrika pada menit ke-40, dengan No.9 Boulaye Dia mencetak gol keempatnya untuk negaranya.

Tembakan Dia begitu tegas setelah kesalahan fatal dari Boualem Khoukhi dari Al Sadd, yang salah menendang bola ke jalur striker.

Mereka hanya membutuhkan satu serangan di babak kedua untuk menggandakan keunggulan mereka, dengan striker Bristol City Diedhiou melakukan sundulan apik ke belakang gawang dari tendangan sudut yang keluar.

Qatar akhirnya mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama mereka di turnamen setelah 150 menit ketika Almoez Ali memaksa kiper Chelsea melakukan penyelamatan ujung jari.

Pola permainan terbaik Qatar di Piala Dunia datang beberapa saat kemudian. Mendy terpaksa melakukan penyelamatan gemilang lainnya untuk menggagalkan upaya Ismail Mohamad. Dia salah langkah tetapi memiliki telapak tangan yang kuat lewat upaya menjentikkan bola yang tampaknya sulit dijebol lawan.

Tuan rumah kemudian mencetak gol Piala Dunia pertama mereka berkat sundulan keras dari kapten Mohammed Muntari, tetapi selebrasi mereka berumur pendek karena Bamba Dieng membuat keunggulan dua gol untuk pasukan Aliou Cisse dengan penyelesaian kaki kanan yang rapi dari jarak dekat.

Qatar sekarang harus mengalahkan Belanda untuk menghindari menjadi negara tuan rumah pertama yang gagal memenangkan pertandingan penyisihan grup.

Senegal menghadapi Ekuador dalam pertandingan grup terakhir mereka dengan segala kemungkinan untuk lolos.

Kekalahan telak Wales

Pada hari Jumat yang lebih awal dalam pertandingan dramatis di Stadion Al-Rayyan, Wales kalah 2-0 dari Iran dengan kedua gol dicetak pada menit akhir. Ini sangat merusak harapan Wales untuk lolos dari Grup B.

Babak pertama berlangsung tegang dan ketat dengan pentingnya pertandingan yang jelas membebani kedua belah pemain. Ethan Ampadu begitu sibuk di tengah lapangan, di mana sebagian besar permainan terjadi di tempat itu.

Kieffer Moore, berada di starting XI Wales setelah dampaknya dari bangku cadangan melawan AS, melakukan penyelamatan pertama dengan tendangan voli akrobatik.

Iran, yang jauh lebih baik dari kekalahan mereka dari Inggris, mengira mereka telah unggul di pertengahan babak pertama ketika Ali Gholizadeh menyelesaikan gerakan yang rapi, tetapi pengecekan VAR menunjukkan bahwa dia telah offside sebelum memasukkan bola ke gawang.

Iran tampak berada di sisi yang lebih cerah ketika permainan dimulai kembali dan mereka sangat disayangkan belum bisa memimpin pada menit ke-51, lewat tembakan membentur kedua tiang dengan upaya terpisah dan kemudian penyelamatan super dari Wayne Hennessey.

Wales melewati badai dan, dengan bantuan beberapa pemain pengganti, mencoba mengambil inisiatif. Satu umpan silang Ampadu yang berbahaya membuat Moore dan Gareth Bale kesal meski tidak mampu menyelesaikannya. Ampadu kemudian berlari ke belakang sepanjang lapangan untuk mendapatkan satu blok setelah Wales lengah dalam penguasaan bola.

Ampadu, bisa dibilang pemain terbaik Wales pada hari itu, digantikan oleh Joe Allen pada menit ke-77.

Hennessey dikeluarkan dari lapangan dengan waktu kurang dari lima menit tersisa karena duel berbahaya dengan Mehdi Taremi yang jauh dari gawangnya. Wales mencoba melakukan penetrasi bahkan menunjukkan beberapa upaya menyerang dalam sembilan menit tambahan, tetapi Iran merebut kemenangan dengan dua gol tepat di akhir pertandingan.

Yang pertama adalah sepakan kencang dari jarak 20 yard melalui Rouzbeh Cheshmi, dan yang kedua di menit ke-102 lewat penyelesaian cerdas dari Ramin Rezaeian saat Wales mendorong pemain ke depan. Mereka harus mengalahkan Inggris pada hari Selasa untuk memiliki peluang lolos ke babak 16 besar.