Kalidou Koulibaly mencetak gol kemenangan penting bagi Senegal saat juara Piala Afrika itu berharap bisa berprestasi di Piala Dunia dengan lolos ke fase gugur turnamen.

Bek Chelsea itu menjadi kapten tim dan Edouard Mendy bermain sebagai penjaga gawang saat Lions of Teranga bangkit dari kebobolan di babak kedua untuk mengalahkan Ekuador 2-1 pada Selasa sore, sehingga melaju dari babak penyisihan grup untuk pertama kalinya sejak 2002.

Senegal memimpin dari titik penalti di akhir babak pertama di mana mereka menikmati keunggulan. Ada pertahanan yang harus dibangun oleh Koulibaly dan rekan-rekannya, tetapi Mendy dapat menikmati waktu tenang hingga pertengahan babak kedua.

Tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk mencegah tim Amerika Selatan itu menyamakan skor dari set-piece, tetapi kurang dari tiga menit kemudian, dari tendangan bebas lain di sisi lapangan yang berbeda, bola mengenai lawan dan Koulibaly dengan sigap melepaskan tendangan voli yang masuk ke gawang Ekuador.


Memasuki pertandingan grup ketiga ini setelah kalah satu kali dan memenangkan satu pertandingan, Senegal berada dalam persaingan ketat tiga tim untuk lolos, bersama Belanda dan lawan mereka hari ini. Dengan Belanda difavoritkan untuk mengalahkan Qatar dan melakukannya dengan kemenangan 2-0 di pertandingan Grup A lainnya, juara Afrika tahu sebelum kick-off bahwa mereka benar-benar membutuhkan kemenangan.

Mereka melewatkan peluang emas di awal pertandingan, tembakan Idrissa Gueye melebar. Boulaye Dia memunculkan peluang lain yang tidak mengenai sasaran sesudah itu.


Terlepas dari momen-momen yang sia-sia itu, ada sisi positif dari permainan Senegal. Ismaila Sarr melepaskan peluang terbaik mereka untuk mencetak gol di pertengahan babak pertama, dan pemain Watford-lah yang mendapatkan sekaligus mengonversi penalti yang membuat timnya memimpin sesaat sebelum paruh waktu.

Setelah dijatuhkan secara kikuk, ia bangkit untuk menggantikan tugas eksekusi penalti biasanya milik Sadio Mane dan melepaskan tendangan penalti ke sudut bawah.


Mengetahui mereka sekarang membutuhkan gol, Ekuador bermain lebih terbuka di babak kedua namun tidak terlalu bermasalah bagi Senegal sampai akhirnya sebuah tendangan bebas dimaksimalkan pemain Brighton, Moises Caicedo untuk menyamakan kedudukan.

Namun dari posisi yang tidak berbeda di dalam area penalti Ekuador beberapa saat kemudian, penyelesaian Koulibaly saat tendangan bebas dialihkan ke arahnya bahkan lebih baik untuk menghasilkan gol yang kembali menguntungkan Senegal.

Di akhir pertandingan dengan Ekuador yang sangat ingin menyamakan kedudukan, Mendy melakukan penyelamatan penting dari sepak pojok.

Senegal lolos sebagai tim peringkat kedua dengan Belanda memuncaki grup mereka, hanya saja raksasa Afrika harus kehilangan pengalaman Gueye yang terkena skorsing untuk pertandingan di babak 16 besar.