Hakim Ziyech dinobatkan sebagai Player of the Match saat Maroko mengalahkan Belgia 2-0 di Piala Dunia hari ini, dengan Romelu Lukaku kembali dari cedera sebagai pemain pengganti.

Ziyech mengira telah membuat Singa Atlas unggul pada injury time babak pertama via tendangan bebas yang melebasr, tetapi gol tersebut dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR. Namun, Maroko bakal unggul dalam situasi yang hampir sama, kali ini tendangan bebas Abdelhamid Sabiri membuat Thibaut Courtois bergerak.

Sedikit keajaiban Ziyech di menit akhir menciptakan gol kedua Maroko dan memastikan kemenangan yang pantas untuk penampilan mereka. Lewat sebuah gerak tipu dan mengalahkan Timothy Castagne dengan stepover dan gerakan keseimbangan yang cerdas sebelum membuat Zakaria Aboukhlal menendang bola ke gawang.


Maroko naik ke puncak Grup F menjelang pertandingan terakhir mereka melawan Kanada pada hari Kamis. Belgia, yang beruntung bisa mengalahkan Kanada di pertandingan pertama, harus memperbaiki diri saat bertemu Kroasia di hari yang sama.

Ziyech tampil starter di sayap kanan dari tiga pemain depan Maroko, lewat posisi itulah ia menunjukkan niat yang mengesankan di menit pertama, mengalahkan Castagne dan melepaskan umpan silang rendah yang diamankan Courtois.


Di depan salah satu suporter terbesar di turnamen ini, Ziyech melakukan percobaan pertama Maroko di menit ke-20 dengan tendangan kaki kiri dari jarak jauh yang melambung di atas mistar gawang Courtois.

Dengan setiap sentuhan mereka yang disiuli, Belgia menikmati banyak penguasaan bola, tetapi sebagian besar tidak berbahaya di depan pertahan Maroko.

Namun Singa Atlas terlihat sebagai ancaman dalam transisi dan dari tendangan bebas yang dia menangkan, Ziyech mengira dia telah membuat negaranya unggul di babak pertama. Tendangan bebasnya dari sayap kanan terlalu licin untuk ditangani Courtois, memicu kekacauan di dalam Stadion Al Thumama.


Namun, saat ditinjau, Romain Saiss terbukti sedikit di depan bek terakhir dan meskipun dia tidak melakukan kontak dengan bola, dia dianggap mengganggu Courtois yang berkontribusi pada kesalahan penjaga gawang.

Ziyech melakukan tembakan pertama di babak kedua, memindahkan bola ke kaki kirinya di dalam kotak dan melepaskan tembakan yang tepat ke pelukan Courtois.

Pertandingan mulai terbuka dengan Maroko memasukkan lebih banyak pemain ke depan. Dari pergantian Ziyech yang indah sesaat sebelum satu jam, Sofiane Boufal, yang pernah bermain di Southampton, menjatuhkan bahunya dan melepaskan tendangan melengkung melewati Courtois tetapi juga tiang jauh.


Maroko memimpin pada menit ke-73 dan mendapatkan kesan apik melawan tim Belgia yang kurang kreativitas sepanjang pertandingan. Abdelhamid Sabiri dan Ziyech melakukan tendangan bebas melebar di sayap kiri, dan pemain pertama yang melepaskannya dengan kaki kanan, mengecoh Courtois di tiang dekat. Dua kali tembakan kilat dilakukan, tapi kali ini tidak ada keputusan offside yang membuat mantan pemain Chelsea itu tersipu malu.

Lukaku terpilih dari bangku cadangan dan masuk selama 10 menit terakhir. Roberto Martinez mengatakan striker itu tidak diharapkan untuk kembali dari cedera sampai pertandingan grup terakhir Belgia melawan Kroasia pada hari Kamis, tetapi dengan timnya tertinggal Martinez beralih ke pencetak gol terbanyak Setan Merah.


Namun, Maroko-lah yang mendapatkan gol kedua di menit kedua waktu tambahan, dengan Ziyech dengan luar biasa membidik Aboukhlal sejauh enam yard. Kemenangan pertama Maroko di Piala Dunia sejak 1998, dan kesuksesan ketiga kalinya di panggung global, dirayakan dengan gembira oleh ribuan penggemar mereka di tribune dan para pemain heroik serta manajemen di lapangan.