29

Kai Havertz

BIOGRAFI

Chelsea merampungkan proses transfer pemain internasional Jerman, Kai Havertz dengan kontrak berdurasi lima tahun.Perekrutan gelandang serang muda dari Bayer Leverkusen ini menyusul perekrutan pemain internasional Jerman lainnya, yaitu Timo Werner dari RB Leipzig, beberapa waktu lalu.

Sebagai tambahan kekuatan menghadapi musim depan, skuad Frank Lampard mendapat sejumlah pemain baru pada diri Hakim Ziyech, Ben Chilwell, dan Thiago Silva.Havertz adalah salah satu pemain muda Jerman menjanjikan sejak memulai debut bersama Bayer Leverkusen. Sejumlah rekor berhasil ditorehkannya, termasuk menjadi pemain paling muda yang mencatat 50 dan 100 penampilan Bundesliga. Rekor sebelumnya dipegang oleh Timo Werner.

Tinggi (1,89 meter), cepat, dan punya teknik istimewa, pemain 21 tahun ini punya kemampuan serba bisa yang mengagumkan untuk pemain seusianya. Dia seorang gelandang serang yang punya umpan akurat dan cermat, selain itu juga mampu menahan bola di ruang kecil serta memenangi perebutan bola di lini depan. Havertz juga pernah dimainkan sebagai sayap kanan di awal karier, untuk melakukan gerakan memotong ke dalam menggunakan kaki terkuatnya, kaki kiri. Baru-baru ini, dia mampu membuktikan diri bermain menjadi striker karena serangkaian cedera pemain yang menimpa Leverkusen pada paruh kedua musim 2019/20. Di Jerman, dia dijuluki “Alleskonner” – yang artinya pemain yang mampu melakukan segalanya.

Dia mendapat pendidikan dini di klub divisi bawah seperti Alemannia Mariadorf (yang dikelola kakeknya) dan Alemannia Aachen. Havertz lalu pindah ke Bayer Leverkusen saat berusia 11 tahun pada 2010 dan menjadi salah satu pemain terbaik di kelompok usianya, terbukti dengan memenangi Silver Fritz Walter Medal pada 2016 – penghargaan yang diberikan untuk pemain U-17 terbaik di Jerman. Dia mencetak debut seniornya pada tahun yang sama sekaligus menjadi debutan termuda Bundesliga bagi klubnya. Dia terus berkembang sepanjang musim 2016/17.

Dia mencatat penampilan perdana sebagai pemain inti pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions musim yang sama. Sayangnya, dia absen pada leg kedua saat Leverkusen dikalahkan Atletico Madrid karena jadwalnya berbenturan dengan ujian sekolah. Sebelum musim berakhir, Havertz mencetak gol pertamanya pada pertandingan melawan Wolfsburg yang berakhir imbang 3-3. Itu menjadikannya sebagai pencetak gol Bundesliga termuda bagi Leverkusen Musim 2017/18, Havertz mendapat tempat reguler di BayArena serta memegang peran yang penting dengan membantu Leverkusen kembali berkiprah di Eropa berkat posisi akhir lima besar. Sejak kedatangan Peter Bosz sebagai pelatih, dia langsung dijadikan pemain menyerang kunci, dengan posisi di belakang striker utama. Keran golnya terbuka lancar dengan melesakkan 20 gol di Bundesliga dan Liga Europa sepanjang musim.

Musimnya yang paling produktif sejauh ini. Musim 2019/20, dia diberikan peran yang lebih bebas, boleh bergerak dengan atau tanpa bola, mengincar perebutan bola di depan lapangan, serta menciptakan peluang untuk rekan setimnya. Hasilnya, dia mengkreasikan 58 peluang yang berakhir dengan tembakan akurat di Bundesliga. Jumlah terbanyak di antara pemain Leverkusen lainnya.

Karena Kevin Volland absen bermain nyaris sepanjang paruh kedua musim, Havertz kerap dimainkan sebagai titik sentral di lini depan dan pada sepuluh kesempatan bermain di posisi itu, dia membuktikan kepantasan dengan menciptakan sembilan gol plus enam assist. Performanya di Leverkusen membuat Havertz dipercaya di jajaran timnas Jerman. Dia menjadi kapten Jerman U-19 sebelum mencetak debut senior dengan menggantikan Werner pada uji coba melawan Peru, September 2018. Gol pertamanya dihasilkan pada laga melawan Argentina, skor akhir 2-2, persis setahun berselang.