24

Reece James

BIOGRAFI

Reece James sudah berlatih sejak usia enam setelah lulus dari program pembinaan Cobham. Ia kebanyakan bermain sebagai striker sebelum kemudian dimainkan sebagai gelandang. Di musim 2015/16, ia lebih banyak bermain sebagai bek kanan atau gelandang. Pemain berkaki kanan dominan dan serbabisa ini melakukan debutnya di musim 2015/16 sebelum kemudian menjadi sosok penting bagi tim Under-18 yang sukses meraih Treble semusim kemudian.

Keserbabisaannya menjadi atribut kuncinya, karena dia mampu bermain sebagai bek kanan, bek sayap, dan bek tengah dari skema tiga bek di sepanjang musim, tak pernah absen saat kami mempertahankan gelar Youth Cup serta mencetak gol brilian lewat tandukan di semifinal di White Hart Lane.

Pada Maret 2017, James menandatangani kontrak profesional pertamanya di klub yang berdurasi hingga akhir musim 2018/19, sebelum kemudian membantu Inggris meraih kesuksesan di Toulon Tournament di musim panas. Di sana ia tampil impresif dan masuk dalam tim terbaik di kompetisi itu.

Ia melanjutkan penampilan apiknya di musim 2017/18, mengapteni Under-18 untuk meraih kesuksesan FA Youth Cup berikutnya dan terpilih sebagai Academy Player of the Season.

Pada Juni 2018, ia menandatangani kontrak berdurasi empat tahun dengan Chelsea kemudian dipinjamkan ke Wigan Athletic yang bersaing di divisi Championship selama semusim penuh.

Ia sukses besar di sana. Selain berperan vital dalam membantu Wigan bertahan di divisi Championship, ia bahkan menerima suara yang luar biasa besar dari suporter the Latics, yaitu sebesar 96 persen, dalam pemilihan Player of the Year mereka.

Ia mampu bermain sebagai bek kanan dan gelandang tengah dan juga terpilih sebagai Players’ Player of the Year Wigan. Selain itu, ia juga memenangi penghargaan Goal of the Season klub tersebut lewat gol briliannya ke gawang Bristol City.

James mengalami cedera engkel saat membela tim nasionalnya pada musim panas, sehingga ia harus menunggu hingga akhir September untuk bisa melakoni debutnya untuk the Blues. Dia menyempurnakan momen itu dengan mengemas satu gol lewat sebuah tembakan melengkung dari jarak 20 yard yang dengan mulus masuk ke gawang Grimsby di ajang Carabao Cup, laga yang kami tutup dengan kemenangan besar.

Sepekan kemudian dia dimainkan sejak menit pertama di Liga Champions kala kami membungkam Lille di Prancis, dan tampil tanpa rasa gugup sedikitpun.

Torehan demi torehan bersejarah tercipta. Setelah turun sebagai pemain pengganti untuk pertama kali di Premier League, saat melawan Newcastle, dia pertama kali tampil sebagai starter di kompetisi yang sama saat kami menang 2-0 atas Crystal Palace. James mendapat sanjungan atas penampilan cemerlangnya yang sukses meredam Wilfried Zaha. Di antara kedua laga tersebut, dia mengemas gol penyeimbang dramatis ke gawang Ajax, memulai comeback luar biasa setelah tertinggal 4-1 dan melahirkan kemeriahan di dalam Stamford Bridge.