6

Thiago Silva

BIOGRAFI

Chelsea menyelesaikan perekrutan salah satu nama besar di dunia sepakbola pada Agustus 2020 lewat bergabungnya Thiago Silva dengan kontrak satu tahun di klub dengan opsi perpanjangan kontrak 12 bulan kemudian.

Dengan waktu bek tengah Brasil ini di Paris Saint-Germain yang telah berakhir saat panggung besar final Liga Champions pada akhir pekan lalu, kini ia telah memilih untuk melintasi Selat Inggris untuk melanjutkannya kariernya yang luar biasa.

Thiago Silva sendiri telah diakui sebagai salah satu bek paling berprestasi dan sukses di dunia selama dekade terakhir, memenangkan trofi di Brasil, Italia, Prancis dan di tingkat internasional, dan juga meraih beberapa penghargaan individu di kariernya.Selain diberkati dengan kecepatan dan kekuatan yang membuatnya menjadi lawan tangguh di darat dan di udara, ia dijuluki 'The Monster' oleh pers Brasil dan

Prancis, ia memiliki ketenangan dan kemampuan teknis untuk memainkan bola dari lini bertahan sekaligus memiliki segudang pengalaman di level tertinggi sepakbola. Dia pernah menjadi kapten Paris Saint-Germain, AC Milan dan tim nasional Brasil.

Semua kualitas itu terlihat ketika ia sukses membantu tim Prancis tersebut mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya musim lalu. Dia mendapat pujian lebih lanjut karena memimpin upaya pertahanan yang kokoh saat melawan Bayern Munich di pertandingan terakhirnya untuk PSG dan menjadi orang Brasil pertama yang menjadi kapten tim di final Liga Champions.

Penggemar Chelsea cukup akrab dengan kemampuan Thiago Silva dari pertemuan Liga Champions yang sering kami lakukan dengan Paris dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam pertandingan babak 16 besar kami pada tahun 2015 ketika ia menempel ketat Diego Costa sepanjang leg pertama di Prancis dan kemudian ia membuat gol sundulan yang jadi penentu dalam perpanjangan waktu di Stamford Bridge pada leg kedua saat itu.

Kompetisi tersebut kerap kali menampilkan versi yang terbaik dari dirinya. Selain penampilannya yang mengesankan dalam perjalanan musim lalu ke final Liga Champions, pemain Brasil itu mencetak gol pada debutnya di PSG dalam kemenangan penyisihan grup 4-1 atas Dynamo Kiev dan penampilannya melawan Barcelona pada 2013 yang luar biasa sehingga saat itu- Manajer Carlo Ancelotti dan legenda Brasil Ronaldo menyebutnya layak untuk memenangkan Ballon d'Or.

Meskipun ia gagal meraih trofi Liga Champions di pertandingan terakhirnya, Thiago Silva meninggalkan Paris Saint-Germain sebagai pemenang. Ini terbukti karena ia adalah anggota kunci dari tim yang mengumpulkan 23 trofi luar biasa selama delapan tahun di sana. Itu termasuk menyapu bersih trofi domestik musim lalu dan mengklaim hampir semua gelar Ligue 1 kecuali di satu musim kala itu.

Tidak ada pemain yang memenangkan Ligue 1 lebih banyak dari tujuh titel milik Thiago Silva, dengan kemenangannya musim lalu menyamai rekor individu yang sudah ada sejak 1960-an. Ia juga masuk dalam Tim Terbaik Ligue 1 Tahun Ini sebanyak tujuh kali dan Tim Terbaik UEFA sebanyak dua kali saat berada di Parc des Princes.

Namun, terlepas dari semua kesuksesannya baru-baru ini, pemain berusia 35 tahun tersebut bisa dibilang cukup telat untuk sampai ke level tertinggi permainan. Dia memulai karirnya di liga amatir Brasil sebelum menjadi profesional dengan tim divisi tiga regional RS Futebol saat masih muda. Penampilannya di lini tengah saat mereka meraih promosi membuatnya pindah ke divisi teratas bersama Juventude saat berusia 20 tahun.

Disanalah ia beralih menjadi bek tengah dan menarik perhatian dengan beberapa penampilan yang mengesankan.Akhirnya, kompetisi Eropa datang memanggilnya dan dia pun direkrut oleh Porto pada tahun 2004, tetapi ternyata itu menjadi start yang salah. Setelah setahun beradaptasi dengan benua baru di tim 'B' asal Portugal, ia pergi ke Dinamo Moscow. Sayangnya. Ia absen sepanjang musim setelah dirawat di rumah sakit karena penyakit yang mengancam jiwa di Rusia.

Meski sempat takut dengan pensiun dini, Thiago Silva ditawari kembali ke Brasil dengan tim kampung halaman Fluminense, di mana ia telah menghabiskan waktu sebagai trialist saat masih muda. Di sana dia pulih sepenuhnya untuk membayar kepercayaan mereka kepadanya dengan membantu mereka memenangkan Copa do Brasil pertama mereka. Penampilannya selama tiga tahun di Rio de Janeiro membantunya masuk ke skuad tim nasional dan dipilih oleh fan sebagai pemain terbaik divisi teratas Brazil, sebelum mendapatkan kesempatan kedua di sepakbola Eropa pada tahun 2009 silam.

Kali ini tidak ada kekecewaan seperti di percobaan pertamanya karena ia langsung menjadi pemain kunci di pertahanan AC Milan, dengan legenda klub Paolo Maldini dan Franco Baresi menunjuknya sebagai penerus alami mereka di lini bertahan. Ia membuktikan kapasitasnya dengan menjadi kapten asing pertama klub selama 50 tahun dan memimpin Rossoneri meraih gelar Serie A pada 2011.

Selama waktunya di Milan, Thiago Silva menjadi starter reguler untuk tim nasional Brasil dan diangkat sebagai kapten timnasnya tak lama setelah meraih gelar Serie A. Itu berarti dia juga mengenakan ban kapten saat Brasil memenangkan Piala Konfederasi 2013 yang mengesankan saat itu.

Dia menjadi kapten lagi ketika mereka berkompetisi di Piala Dunia tahun berikutnya di kandang sendiri dan mencetak gol dalam kemenangan di perempat final atas Kolombia, tetapi kemudian ia absen ketika mereka dikalahkan di semifinal oleh Jerman, dan beberapa opini meyakini bahwa ketidakhadirannya saat itu adalah faktor kunci dalam kekalahan telak saat itu.

Meskipun tidak lagi menjadi kapten, Thiago Silva kembali menjadi pemain penting bagi Brasil saat mereka mengangkat Copa America di Maracana tahun lalu dan dia telah mewakili negaranya sebanyak 89 kali, mencetak tujuh gol sejauh ini.