Antonio Conte

Kepala Pelatih
  • TANGGAL LAHIR*

    31 Juli 1969
  • TEMPAT LAHIR

    Italia
  • Posisi

    Kepala Pelatih

Antonio Conte adalah orang Italia kelima yang menjadi manajer Chelsea, menyusul Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti dan Roberto Di Matteo. Sama dengan ketiga nama pertama, ia juga pernah di Juventus, bedanya, ia pernah menjadi pemain maupun manajer di sana.

Setelah bermain lebih dari 400 kali untuk klub raksasa Italia itu, selama tiga tahun menangani tim tersebut antara 2011 dan 2014 membuahkan tiga gelar Serie A secara beruntun – gelar juara pertama Juventus setelah puasa selama delapan tahun dan tiga gelar juara beruntun yang pertama sejak awal 1930an. Selama dua musim sebelum kedatangan Conte, mereka finish di peringkat tujuh.

Selama ia tangani, the Bianconeri juga meraih dua Piala Super Italia. Andrea Pirlo, Paul Pogba, Carlos Tevezz dan Arturo Vidal adalah beberapa pemain yang ia rekrut dan ia kemudian terpilih sebagai Coach of the Year Serie A selama tiga musim di sana.

Semasa menjadi pesepakbola, Conte adalah gelandang serba bisa, box-to-box yang enerjik. Ia menjadi juara Liga Champions bersama skuat yang dikapteni Gianluca Vialli setelah mengalahkan Ajax di final 1996. Ia bermain di dua final lainnya di kompetisi itu dan ketika mengalahkan Borussia Dortmund dengan meyakinkan di final UEFA Cup 1993.

Ia juga mengoleksi lima gelar juara Serie A selama 13 musim menjadi skuat integral Juve. Sepanjang karirnya, ia hanya bermain untuk dua tim, yang pertama adalah tim dari kota kelahirannya, Lecce, di Italia selatan.

Conte memulai karir manajemennya pada 2006 di Arezzo dan Bari yang bermain di divisi bawah Italia, dan berhasil membawa Bari promosi ke divisi utama. Setelah itu ia direkrut Atalanta kemudian sukses meningkatkan reputasinya ketika membawa Siena ke Serie A.

Setelah prestasi itu, ia ditarik oleh Juventus, dan tim nasional Italia tiga tahun kemudian untuk mengomandoi the Azzurri pada 2014. Untuk tim nasional, ia bermain sebanyak 20 kali, termasuk di semifinal Piala Dunia 1994 dan perempat final Euro 2000.

Di bawah manajemen Conte, Italia lolos ke putaran final Euro dengan rekor tak terkalahkan dari 10 laga. Mereka tampil impresif di putaran final, dengan mengalahkan Belgia 2-0 di laga pembuka, yang kemudian diikuti dengan kemenangan 1-0 atas Swedia.

Melaju ke fase gugur sebagai juara grup, Italia dipertemukan dengan juara bertahan Spanyol. Bermain kolektif, mereka menang 2-0. Namun, mereka harus tersingkir di perempat final setelah kalah dari Jerman lewat adu penalti.

Gaya kepelatihan Conte dicirikan oleh fleksibilitas taktiknya dan ia berhasil meraih sebuah catatan mengagumkan ketika membawa Juventus tak terkalahkan sepanjang musim, dan menjadi tim ketiga di Serie A yang bisa melakukannya. Hebatnya lagi, ini terjadi di musim perdananya di sana (2011/12) dan pada musim 2012/13, “Nyonya Tua” mencetak rekor poin terbanyak sepanjang masa Serie A dengan 102 poin.

Di musim 2012/13, Juventus berhadapan dengan Chelsea di fase grup Liga Champions, bermain imbang 2-2 di Stamford Bridge dan menang 3-0 di Turin. Mereka kemudian melaju hingga perempat final dan akhirnya kalah dari Bayern Munich.

Selama tiga tahun menjadi manajer Juventus, ia hanya kalah dua kali di kandang dan berkontribusi besar atas kesuksesan di stadion baru mereka.

Di Chelsea, para pertengahan musim 2016/17, Conte sukses melampaui raihan poin manajer Chelsea lainnya pada tahap yang sama di musim pertama mereka di klub. Di antaranya diraih lewat 13 kemenangan beruntun, yang menyamai rekor rentetan kemenangan terpanjang dalam satu musim di divisi utama sepakbola Inggris. Rekor itu membuatnya terpilih sebagai Manajer Terbaik Premier League Bulan Oktober, November dan Desember. Tak ada manajer yang bisa memenangi tiga penghargaan tersebut tiga berturut-turut.

Orang Italia ini jadi manajer ketiga Chelsea yang sukses membawa timnya menjuarai Premier League di musim pertamanya di Inggris bersama the Blues, dan berhasil memuncaki klasemen sejak November, menyegel gelar juara usai menang 1-0 di West Bromwich Albion pada 12 Mei. Conte juga berhasil membawa timnya ke final FA Cup menyusul kemenangan 4-2 atas Tottenham di Wembley di babak empat besar.

Berkat musim perdananya yang luar biasa ini, ia terpilih sebagai LMA Manager of the Year dan Premier League Manager of the Season sehari setelah timnya mengangkat trofi di Stamford Bridge usai laga terakhir musim itu, kontra Sunderland. 

Pada Juli 2017, diumumkan bahwa Antonio Conte menandatangani pembaruan kontrak dua tahun.